Langkah Ampuh Atasi Banjir di Jakarta Selatan

Putri Anisa Yuliani    •    Senin, 17 Oct 2016 10:17 WIB
banjir jakarta
Langkah Ampuh Atasi Banjir di Jakarta Selatan
Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan--Metro TV

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Tata Air DKI Jakarta akan memaksimalkan fungsi tiga waduk besar yang ada di Jakarta Selatan. Hal tersebut guna mengatasi banjir yang kerap merendam kawasan Jakarta Selatan.

Tiga waduk tersebut adalah Waduk Rawaminyak, Waduk Jagakarsa dan Waduk Brigif. Waduk Rawaminyak dan Waduk Jagakarsa telah selesai pembangunannya sehingga saat ini telah berfungsi.

Namun, fungsi kedua waduk tersebut belum maksimal, karena pengerukan untuk memperoleh kedalaman yang ditetapkan belum selesai dilakukan.

"Masih akan dilakukan proses pengerukan sampai dirasa cukup, sekitar 20 meter,” kata Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan ketika dihubungi Media Indonesia, Minggu (16/10/2016).

Baca: Pemerintah DKI Antisipasi Banjir Akhir Tahun

Waduk Rawaminyak dan Waduk Jagakarsa memiliki luas masing-masing 1,2 hektare dan 31 ribu meter persegi. Kedua waduk tersebut dibangun di era pemerintahan mantan gubernur Joko Widodo. Sementara itu, Waduk Brigif yang sudah ada sejak era gubernur Sutiyoso. Rencananya luas waduk bakal diperlebar dari semula 9 hektare menjadi 11 hektare.

Hingga saat ini, penambahan luas baru mencapai 10 hektare, karena terkendala soal pembebasan lahan. Dinas Tata Air pun berencana menambah satu embung lagi untuk mengatasi banjir di wilayah Kemang. Proses pembebasan embung yang direncanakan seluas 8000 meter persegi itu saat ini sedang dalam tahap negosiasi.

“Masih dalam proses negosiasi untuk lahan calon embung di Jalan Kemang Selatan. Targetnya tahun ini sudah mulai dibangun,” ujarnya.

Teguh menekankan bahwa satu-satunya langkah ampuh untuk mengatasi banjir adalah dengan menormalisasi kali, untuk di wilayah Jakarta Selatan adalah Kali Krukut.

Dinas Tata Air DKI pun berbagi tugas untuk menormalisasi Kali Krukut dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Dinas Tata Air DKI akan menormalisasi Kali Krukut sepanjang 3 kilometer dari wilayah Kemang, tepatnya di Jalan Kemang Selatan V hingga Jalan Kemang Raya tepat di samping Pop! Hotel. Sementara area sisanya hingga ke Jembatan TB Simatupang sepanjang 9 kilometer menjadi wewenang BBWSCC.

Dihubungi terpisah, Kepala BBWSCC, Teuku Iskandar mengatakan siap melakukan normalisasi. Namun, hingga saat ini ia masih menunggu pembebasan lahan dan dimulainya pengerjaan oleh Dinas Tata Air.

“Jadi kalau lahan sudah bebas ya kami bisa mulai secara simultan pekerjaan normalisasi sungai dengan Dinas Tata Air,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat menginstruksikan kepada Dinas Tata Air dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan membuat rencana untuk menambah waduk serta embung.

Hal ini disampaikannya setelah meninjau langsung aliran Kali Krukut di wilayah Kelurahan Bangka, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis 13 Oktober.

Djarot menyatakan memperbanyak embung harus dilakukan lantaran kondisi ruang terbuka biru di wilayah tersebut kurang dibandingkan yang seharusnya. Terutama wilayah Jaksel memang difungsikan sebagai daerah resapan air.

"Karena pelanggaran peruntukkan dan penyempitan kali sudah rusak bertahun-tahun lebih baik dikondisikan dengan menambah waduk dan embung. Tapi tak sekadar menambah ya, harus betul-betul membangun ruang terbuka biru yang baik," ujarnya.

Selain itu, harus pula diperhitungkan berapa debit air yang mampu ditampung oleh embung sebelum normalisasi selesai.

Mantan wali kota Blitar itu juga menginstruksikan pendataan bangunan yang melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dengan mendirikan bangunan melanggar Garis Sempadan Kali (GSK) dipercepat.

"Kita harus cepat dalam melakukan penataan di kawasan Kali Krukut sehingga dapat segera dinormalisasi dan harus kita bikin sheet pile. Nanti kita akan bongkar dulu setelah itu kita pasang sheet pile," ucapnya.




(YDH)