Romi PPP Yakin Aksi Besok Murni Penyampaian Pendapat

Al Abrar, Riyan Ferdianto    •    Kamis, 03 Nov 2016 17:26 WIB
unjuk rasa
Romi PPP Yakin Aksi Besok Murni Penyampaian Pendapat
Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum PPP  Romahurmuziy mengatakan unjuk rasa besok merupakan gerakan moral anak bangsa. Ia meyakini gerakan itu murni untuk penyampaian pendapat dan pengawalan penegakan hukum.

"Karenanya, seluruh pengawalan keamanan hendaknya simpatik dan persuasif," kata Romahurmuziy kepada Metrotvnews.com, Kamis (3/11/2016).

Romi, sapaan Romahurmuziy, berharap para pendemo dan petugas keamanan dapat menjaga aksi besok agar berlangsung aman, damai, tertib, tidak melanggar rambu lalu lintas, dan tidak mengganggu kepentingan umum.

Klik: Warga Ragu Demo 4 November Murni Bela Agama

Dia menegaskan, Islam merupakan agama yang cinta kedamaian. Karena itu, Romi berharap besok tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Romi juga berharap seluruh pihak tidak terpancing kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan aksi besok untuk memancing isu suku, agama, ras, dan antargolongan, provokatif, dan intimidatif. Menurut Romi, ada baiknya tidak membawa atribut politik dalam aksi besok.

Unjuk rasa diperkirakan diikuti 35 ribu orang dari berbagai ormas. Misi yang diusung adalah mendesak polisi menindaklanjuti laporan dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Namun, ada warga yang tidak sepakat keinginan ormas tersebut disampaikan melalui unjuk rasa, apalagi sampai berujung perusakan atau mengganggu ketertiban umum. "Di agama Islam mengajarkan untuk saling berdamai," kata Muhamad Adham, pegawai bank swasta di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Adham mengatakan, unjuk rasa memang dibolehkan undang-undang. Tetapi menurut dia, kalau masalah bisa diselesaikan dengan musyawarah, lebih tidak unjuk rasa.

"Berdemo pasti mengganggu ketenangan orang-orang yang tidak tahu apa-apa," katanya.

Ahmad Charlito, 34, warga Jakarta Selatan, mengatakan masyarakat harus mengerti pokok permasalahan sebelum ikut unjuk rasa. Dengan begitu tidak akan mudah diadu domba.

"Agar tidak ikut-ikutan dan terjebak, jadi bikin rusuh," ujar petugas keamanan tersebut.

Caroline, 27, karyawan perusahaan swasta di Jalan M.H. Thamrin, tidak menolak unjuk rasa karena itu hak setiap warga Indonesia. Namun, menurut dia, laporan dugaan penistaan agama oleh Ahok lebih baik dipercayakan kepada proses hukum.


(TRK)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA