Depok Kewalahan Hadapi Banjir

Kisar Rajaguguk    •    Sabtu, 09 Sep 2017 08:59 WIB
banjir
Depok Kewalahan Hadapi Banjir
Ilustrasi/Metrotvnews.com-M Rizal

Metrotvnews.com, Depok: Sistem drainase Kota Depok dikeluhkan belum berfungsi optimal sehingga banjir masih kerap melanda. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok mengaku Satgas Pengendali Banjir yang mereka bentuk kewalahan menghadapi perilaku warga tidak sadar lingkungan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR Kota Depok Citra Indah Yulianti mengaku sejumlah drainase dan kali di Kota Depok tidak berfungsi karena tersumbat sampah yang dibuang warga.

"Peran warga sangat penting menjaga lingkungan dan kesehatan. Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemkot," kata Citra kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut pantauan, drainase yang belum berfungsi optimal terletak di Jalan Margonda, sekitar Terminal Depok, Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), dan Jalan Pancoran Mas.

Saat curah hujan tinggi, air meluap ke jalanan dan permukiman di sekitar lokasi tersebut. Tampak pula sampah plastik bekas, tulang daging, ikan, dan sampah rumah tangga lainnya ikut mengalir dalam luapan.

"Kita sudah peringatkan, tapi masih banyak masyarakat yang belum sadar," ujarnya.

Dia mengaku satgas secara rutin menormalisasi kali untuk mengurangi pendangkalan. Salah satunya kali di kawasan Taman Duta, Kelurahan Tugu, Cimanggis.

"Tiap hari, satgas kami mengangkut dua-tiga truk sampah dari kali buatan itu. Perilaku membuang sampah ke kali itu belum juga berubah," paparnya.

Lima perumahan, yakni Perumahan Taman Duta, Pondok Duta, Bukit Cengkeh I dan II, serta Perumahan Pelni, yang berada di sekitar kali tersebut langganan terendam banjir.

Wisnu, warga Taman Duta, mengaku hal itu terjadi karena drainase tertutup oleh beton.

"Oleh pemilik rumah atau toko, bagian atas drainase sengaja dibeton. Kebanyakan untuk tempat berdagang. Gara-gara dibeton itu, saluran air di bawahnya penuh sampah karena sulit dibersihkan. Banjir juga jadi susah surut," keluhnya.


(UWA)