Penghuni Bangunan Liar Rusun Petamburan Minta Direlokasi ke KS Tubun

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 15 Sep 2017 16:24 WIB
penertibanbangunan liar
Penghuni Bangunan Liar Rusun Petamburan Minta Direlokasi ke KS Tubun
Ilustrasi--bangunan liar di sekitar Rusun Petamburan--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penghuni bangunan liar di sekitar Rusun Petamburan mengaku pasrah jika harus ditertibkan. Namun, mereka meminta direlokasi ke rusun KS Tubun

Sebab, jarak antara Rusun Petamburan tak terlalu jauh. "Kerja saya di sini," kata Salah satu penghuni bangunan liar, Jayadi kepada Metrotvnews.com, Jumat 15 September 2017.

Jayadi mengaku keberatan jika relokasi warga penghuni bangunan liar ke Rusunawa Marunda dan Rawabebek. Lokasinya dinilai jauh dari tempat usahanya. "Saya lebih pilih mengontrak di sekitar sini. Daripada dipindah ke Marunda," imbuhnya.

Baca: Pengelola Rusun Petamburan Dilema Atasi Penghuni Liar

Hal yang sama pun disampaikan Ika. Ia meminta Dinas Perumahan memberi jatah Rusunawa KS Tubun kepada warga penghuni liar. Menurutnya, lokasi Rusunawa KS Tubun lebih terjangkau oleh suaminya yang bekerja di Tanah Abang. "Maunya sih di KS Tubun. Kita dengar yang di Rawabebek saja pada ngeluh," ucap Ika.

Sementara itu, Munadi, pengelola Rusun Petamburan mengatakan rencana penertiban bangunan liar sudah dibicarakan. Pembicaraan dilakukan dengan pihak Dinas Perumahan, pengelola rusun dan penghuni bangunan liar.

Saat dialog tersebut, Dinas Perumahan menjanjikan merelokasi penghuni bangunan liar ke rusun. "Sudah beberapa kali kumpul, kata (Dinas Perumahan) mau dipindahkan ke Rusunawa Marunda dan Rawa Bebek," kata Munadi kepada Metrotvnews.com.

Ia menambahkan, pada intinya pada pertemuan tersebut warga penghuni liar sepakat ditertibkan. Dengan catatan, Dinas Perumahan menyiapkan tempat untuk relokasi.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan sedikitnya 331 bangunan liar di sekitar rumah susun sederhana milik (rusunami) Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina.

Dinas Perumahan akan bertahap menggusur. Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan pada 14 September, Bendungan Hilir II pada 20 September, Tanah Tinggi pada 11 Oktober, Karet Tengsin I pada 18 Oktober. Kemudian, Rusunami Tambora III pada 8 November, serta Petamburan 22 November.

Tercatat ada 47 bangunan liar di sekitar Rusunami Bendungan Hilir II, 60 di Rusunami Bidaracina, 38 di Rusunami Tanah Tinggi, 43 di Rusunami Karet Tengsin I, 58 Rusunami Tambora III, dan 85 di Rusunami Petamburan.


(YDH)