Warga Bukit Duri Diminta tak Tunggak Sewa Rusun Rawa Bebek

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 23 Sep 2016 08:38 WIB
penggusuran bukit duri
Warga Bukit Duri Diminta tak Tunggak Sewa Rusun Rawa Bebek
Warga Bukit Duri berjalan di area Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta. Foto: Antara/Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Bukti Duri yang direlokasi ke Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Rawa Bebek diminta tidak menunggak kewajibannya membayar uang retribusi. Jika tidak, unit rusun yang mereka tempati bakal disegel.
 
Kepala Unit Pengelola Rusun Rawabebek Darnawati Sembiring mengatakan, dari 400 unit rusun yang disediakan, sebanyak 313 unit sudah ditempati warga. Untuk tiga bulan pertama, mereka dibebaskan biaya Retribusi.
 
"Paling mahal lantai bawah maksimal Rp300 ribu per bulan. Semakin ke atas semakin murah," kata Darnawati kepada Metrotvnews.com, Jumat (23/9/2016).
 
Sosialisasi biaya uang sewa sudah ia gencarkan kepada warga. Warga diwajibkan membuka rekening Bank DKI untuk membayar uang sewa dan retribusi. Penghuni yang menunggak tiga bulan akan diberi surat teguran. Bila di bulan keempat belum menuntaskan kewajibannya, unit rusun akan disegel oleh pengelola.


 
"Sementara mereka (warga Bukit Duri) masih gratis. Rata-rata mereka baru masuk bulan Agustus. Kami sudah sosialisasikan supaya tidak menunggak," kata Darnawati.
 
Lurah Bukit Duri Mardi Youce yakin warganya yang direlokasi mampu membayar biaya retsribusi. Ia tak ingin warganya yang sudah menempati Rusun Rawa Bebek menunggak biaya sewa hingga berbulan-bulan. Pasalnya, biaya sewa yang dibebankan kepada mereka sangat murah.
 
"Kalo ada kemauan saya yakin mereka mampu bayar," kata Mardi.
 
Ia mencontohkan, warga yang profesinya sehari-hari sebagai kuli panggul di Pasar Jatinegara mampu membayar uang sewa dan retribusi yang dibebankan. "Masa cuma Rp265 ribu per bulan enggak mampu. Kuli panggul saja mampu," kata Mardi.




(FZN)

Video /