Pemprov DKI Bersih-bersih Sungai Melalui Aksi Gerebek Sampah

Eko Nordiansyah    •    Sabtu, 30 Dec 2017 13:43 WIB
sampah jakartabanjir jakarta
Pemprov DKI Bersih-bersih Sungai Melalui Aksi Gerebek Sampah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) mendengar penjelasan anggota Satpol PP tentang fungsi alat mesin potong yang dipamerkan di Monas, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar.

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalankan program bersih-bersih sungai. Aksi Gerebek Sampah ini akan dilakukan setiap seminggu sekali berdasarkan laporan warga mengenai sampah yang mengganggu arus sungai sehingga menyebabkan banjir.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan program yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI itu akan bekerja sejak pagi hari guna memperlancar arus sungai. Setidaknya, ada 500 orang yang akan dilibatkan untuk membersihkan sungai dari sampah.

"Kita mengerahkan 500 orang tenaga dari berbagai tempat di Jakarta untuk bersama-sama bekerja membersihkan sungai di sini yang tadi sungainya itu isinya lumpur banyak sampah. Jadi, pasti ini mengganggu aliran air," kata Anies di Sungai Tegal Amba, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu, 30 Desember 2017.

Anies menambahkan aksi serupa juga akan dilakukan di wilayah lain yang sungainya terganggu akibat sampah maupun lumpur. Nantinya, Pemprov akan mengajak warga sekitar agar sama-sama menjaga sungai di Ibu Kota senantiasa bersih.

Baca: Pelebaran Kali Pulo tak Bisa Ditawar

"Kita akan mengajak kepada warga mari kita bersama-sama kita bersihkan sampah dari setiap saluran air, baik saluran yang kecil, sedang maupun besar, dan mulai sekarang hati-hati dengan membuang sampah. Mau tidak mau penangkalan mesti dilakukan pembersihan," lanjut dia.

Anies mengimbau agar warga ikut menjaga sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sementara itu, sungainya yang sudah menyempit akan dilebarkan sehingga jika ada arus air yang tinggi tidak menimbulkan banjir.

"Perhatikan sampah itu bukan sekadar dilempar tapi taruhlah di tempat sampah sehingga dia bisa dikelola dengan baik. Jangan dibuang ke mana saja, yang efeknya seperti sekarang, sungai tadi itu sudah tinggi sekali sampahnya, kalau ada air maka akan terhambat," pungkas dia.




(OGI)