Nasib DP 0 Persen dan Penghentian Reklamasi Masih Buram

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 13 Oct 2017 15:28 WIB
anies-sandi
Nasib DP 0 Persen dan Penghentian Reklamasi Masih Buram
Sudirman Said, ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Sinkronisasi belum menemukan kesimpulan soal pelaksanaan program DP 0 persen dan penghentian reklamasi Teluk Jakarta. Realisasi dua hal ini masih membutuhkan kajian mendalam.

"DP 0 persen itu programnya sudah disiapkan. Tapi kita membutuhkan dukungan regulasi, mesti berbicara dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), BI (Bank Indonesia) dan itu sudah kita mulai," kata Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said di Jalan Tirtayasa II, Jakarta Selatan, Jumat 13 Oktober 2017. 

Dia menjelaskan, dari 23 janji kampanye Anies-Sandiaga Uno, tak seluruhnya bisa cepat terealisasi. Ada beberapa program yang membutuhkan persiapan lebih dari tahun sebelum pelaksanaanya.  

"kita harap sih tahun depan itu bisa dimulai. Tapi tahun ini membutuhkan persiapan regulasi tadi," ucap dia.

Sama halnya dengan proyek reklamasi pantai Utara Jakarta. Dalam salah satu janji kampanyenya, Anies-Sandi bahkan lantang menyuarakan megaproyek itu akan dihentikan jika menjabat kelak. Isu ini seolah menjadi senjata pamungkas Anies-Sandi menjaring suara saat kampanye. 

Baca: Sandi Banggakan Tim Sinkronisasi

Sudirman belum dapat menyimpulkan apakah janji tersebut  direalisasikan atau tidak. "Reklamasi tadi rekomendasinya jelas bahwa akan ada kajian lebih komprehensif terhadap apa yang sudah dikerjakan, baik secara fisik maupun dokumentasi," ujar dia.

Mantan Menteri ESDM itu menilai perlu ada kajian ulang terkait janji menghentikan reklamasi dengan aspek soal hukum, lingkungan, ekonomi dan kemanfaatan publik. "Tidak mungkin menyimpulkan sekarang, sampai pak Anies dan Pak Sandi duduk sebagai gubernur dan wakil," pungkas dia.


(OGI)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

14 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA