Sandi Bakal Konsultasi ke Luhut Soal PLT Sampah

Nur Azizah    •    Selasa, 19 Dec 2017 07:05 WIB
sampah jakarta
Sandi Bakal Konsultasi ke Luhut Soal PLT Sampah
Petugas kebersihan membersihkan sampah yang menyumbat Pintu Air Manggarai, Jakarta, Jumat (1/12). FOTO: MI/ BARY FATHAHILAH.

Jakarta: Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah di Sunter, Jakarta Utara terkendala pembelian harga jual listrik. Sebab, PT PLN belum setuju dengan harga jual yang ditawarkan.

PLN hanya mampu membeli listrik dari ITF Sunter sebesar US$ 5,9-8 sen per kWh. Tarif tersebut sesuai Biaya Pokok Penyediaan Jakarta. Sedangkan Jakpro memasang harga sekitar US$ 14 sen per kWh.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, dirinya bakal berbicara langsung dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Sandi menuturkan, Pemprov ingin kendala tersebut cepat ditangani. 

"DKI mau cepat jalan, menyelesaikan masalah sampah, dan ciptakan lapangan kerja," kata Sandi di Hotel Kartika Candra, Jakarta Selatan, Senin, 18 Desember 2017.

Sandi menyampaikan, dirinya mendapatkan tantangan dari Luhut untuk melakukan ground breaking di awal tahun. Tantangan tersebut disambut.

"DKI siap. Kita ingin mempercepat program yang bisa menangani masalah sampah," ujar Sandi.
 
Dewan Pembina Partai Gerindra ini meyakini pembuatan PLT Sampah itu dapat menyerap tiga ribu hingga enam ribu tenaga. 

Nantinya, Pemprov bakal bekerja sama dengan PT Jakarta Propertindo dan Fortum Power and Heat Oy, sebuah perusahaan listrik milik pemerintah Finlandia. Kapasitas sampah yang diolah bisa mencapai 2 ribu sampai 2,2 ribu ton per hari atau 30 persen dari total sampah yang dihasilkan DKI, yakni sekitar 7.000 ton.


(DEN)