DKI tak Bisa Membatasi Usia Kendaraan Pribadi

Nur Azizah    •    Kamis, 15 Feb 2018 10:52 WIB
kemacetan lalu lintaspembatasan mobil pribadi
DKI tak Bisa Membatasi Usia Kendaraan Pribadi
Ilustrasi macet.

Jakarta: Kemacetan di Jakarta belum dapat diatasi. Berbagai cara pun telah dilakukan mulai dari peningkatan angkutan massal hingga penerapan sistem ganjil genap.

Untuk mengurangi kemacetan Ibu Kota, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pangarra menyarankan Pemprov DKI Jakarta membatasi usia kendaraan pribadi. Maksimal usia kendaraan 10 tahun.

Namun, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, usulan itu tak bisa diterapkan. Sebab, tak ada aturan tertulis mengenai kebijakan tersebut.

"Dishub konsennya tidak membatasi kepemilikan, tapi penerapan ganjil genap.  Kepemilikan enggak bisa dibatasi karena itu adalah hak asasi," kata Sigit di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis, 15 Februari 2018.

(Baca juga: Pembatasan Kendaraan Pribadi Menunjukkan Tren Positif)

Sigit menjelaskan, pembatasan usia kendaraan hanya diperuntukkan bagi angkutan umum. Aturan tersebut tertuang dalam Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi.

"Kalau angkutan umum batas maksimal 10 tahun. Kalau batas usia kendaraan dinas delapan tahun, itu sudah diatur dalam Permendagri," jelas dia.

Kendati begitu, Sigit menerima masukan Halim. Dia berharap ke depan aturan itu diatur dalam skala nasional. 

"DKI kan open city. Kalau ini mau diatur kebijakannya harus bersifat nasional," kata dia. 




(REN)