Sanksi Tilang Elektronik akan Dilakukan November

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 12 Oct 2018 17:08 WIB
sistem ganjil genap
Sanksi Tilang Elektronik akan Dilakukan November
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf - MI/Tosiani.

Jakarta: ‎Uji coba tilang elektronik atau Electronic Law Traffic Enforcement (E-LTE) bakal berjalan 30 hari di Oktober ini. Kini telah memasuki hari ke-12 percobaan.

Setelah satu bulan uji coba berjalan, maka akan diberlakukan pelaksanaan penindakan ‎tilang elektronik, pada November mendatang.

"‎Satu bulan di depan, akan diberlakukan tilang elektronik. Sekarang masih berjalan uji coba dan sosialisasinya," ucap Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 12 Oktober 2018.

Pada saat uji coba kali ini, bilang dia, tidak ada sama sekali kendala yang ada di lapangan. "Walaupun hanya teknis biasa saja, tapi semuanya terkendali dengan baik," tutur Yusuf.

Selama 11 hari pelaksanaan uji coba elektronik, setidaknya ada 771 pelanggaran lalu lintas. Jumlah pelanggaran mengalami penurunan tiap harinya.

"Hari pertama ada 232 pelanggar. Hari ketiga 440 pelanggar. Hari sepuluh 734 pelanggar dan hari yang sebelas ada 771 pelanggar," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto.

Baca: Begini Sistem Kerja Tilang Elektronik

Selama 11 hari pelanggar, dia mengaku, banyak dilakukan kendaraan yang berpelat hitam. Lalu, disusul oleh plat kuning, pelat merah, plat TNI/Polri, dan pelat kedutaan‎. "Ditambah juga ada plat luar DKI, plat diskresi petugas dan not recongnize," sebut Budi.

Pelanggaran, lanjut dia, banyak terjadi pada pukul 06.00-12.00 WIB. Hal itu terlihat dari trafik setiap harinya.

"Bayangkan di hari ke-10 dan ke-11, peningkatannya terlihat sekali trafik pelanggaran pada jam tersebut, dari 11 pelanggaran menjadi 24 pelanggaran," ‎jelas Budi.


(YDH)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA