Pilkada Serentak 2017

Massa Pendukung Ahok-Djarot Sesaki KPU DKI, Lalin Jalan Salemba Tersendat

Wanda Indana    •    Rabu, 21 Sep 2016 13:06 WIB
pilgub dki 2017
Massa Pendukung Ahok-Djarot Sesaki KPU DKI, Lalin Jalan Salemba Tersendat
Ratusan pendukung Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat memadati Gedung KPU DKI Jakarta--MTVN/Wanda Indana

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan pendukung Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat memadati gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Massa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini berasal dari simpatisan partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan partai Golongan Karya (Golkar).

Pantauan Metrotvnews.com, ratusan pendukung tiba di depan gedung KPU DKI sekitar pukul 11.50 WIB, dengan membawa panji-panji partai politik, Rabu (21/9/2016).

Aksi massa pendukung mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel keamanan. Mereka tidak dizinkan memasuki gedung KPU DKI. Imbasnya, lalu lintas di Jalan Salemba Raya depan tersendat.

Baca: Megawati Akan Dampingi Ahok-Djarot Daftar ke KPU DKI

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menjelaskan, semua massa pendukung Ahok-Djarot tidak akan diizinkan masuk ke dalam gedung. KPU DKI membatasi massa pendukung yang boleh memasuki arena pendaftaran.

"Para tim maksimal 40 orang bisa naik ke atas untuk menyertai Pak Ahok dan Pak Djarot melakukan proses pendaftaran. Mereka yang tak bisa naik ke atas kita sediakan tenda di sini, nanti juga ada kursi disini kita sediakan layar monitor untuk menyaksikan secara live prosesi pendaftaran," terang Sumarno.


Ratusan pendukung Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat memadati Gedung KPU DKI Jakarta--MTVN/Wanda Indana.


Ahok dan Djarot dan pimpinan parpol pengusung wajib membawa semua persyaratan saat melakukan pendaftaran. Ada dua macam syarat, syarat pencalonan untuk parpol pengusung dan syarat calon untuk paslon.

Dokumen syarat pencalonan itu adalah surat keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang menyatakan persetujuan terhadap calon yang akan diusung dengan ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. Selain itu, KPU DKI juga meminta surat kesepakatan menyatakan parpol pendukung tidak menarik dukungan paslon yang diususng selama masa proses Pilkada.

Baca: Ahok: Aku Sudah Jalani Kontrak Politik PDI Perjuangan

Sementara itu, untuk syarat calon terdiri dari dokumen-dokumen formil seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), ijazah tingkat pendidikan minimal SMA sederajat. Pasangan calon juga harus melampirkan surat dari pengadilan menyatakan yang bersangkutan tidak dalam status terdakwa, tidak dalam keadaan pailit, tidak sedang dicabut hak pilihnya, dan tidak sedang berutang.

Selain itu, pasangan calon yang mendaftar juga harus menyerahkan laporan pembayaran pajak lima tahun terakhir, surat keterangan tidak menunggak pajak dan menyerahkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Jika pasangan calon berasal dari Pegawai Negeri Sipil atau Anggota Dewan, maka tidak perlu menyerahkan dokumen tersebut.

"Nanti berkas-berkas diserahkan dan kami akan lakukan penelitian berkas itu sampat tgl 29 September. Kemudian hasilnya akan diberitahukan kepada pendaftar apa saja yang kurang," jelas dia.

Paslon dan parpol pengusung diberi tenggat waktu sampai 4 Oktober untuk melengkapi syarat calon. Untuk syarat pencalonan, pendaftar diberi batas waktu sampai 23 September.

Sebelumnya, PDIP mengumumkan dukungannya kepada Ahok-Djarot di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam, 20 September. Pengumuman keluar setelah rapat pleno tertutup yang berlangsung di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.



Dengan merapatnya PDI Perjuangan, maka Ahok sudah mengantongi 52 kursi DPRD DKI. Jumlah ini jauh di atas syarat KPU yaitu 22 kursi.


(YDH)

Video /