Penggusuran PAUD di Pinangsia Bisa Timbulkan Trauma

Nur Azizah    •    Jumat, 19 Oct 2018 16:58 WIB
penggusuranPAUD
Penggusuran PAUD di Pinangsia Bisa Timbulkan Trauma
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif--Medcom.id/Wanda Indana.

Jakarta: Penggusuran PAUD Tunas Bina di Pinangsia, Jakarta Barat berpotensi timbulkan trauma bagi siswa. Pasalnya, penggusuran dilakukan saat anak-anak tengah menjalani kegiatan belajar mengajar.

"Eksekusinya tidak tepat. Ini bisa mengakibatkan trauma buat anak-anak," kata Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif saat dihubungi, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018.

Politikus Gerindra ini mengaku menyaksikan langsung saat penggusuran terjadi. Dia mengaku sempat meminta Satpol PP menunda penggusuran, sampai kegiatan belajar di PAUD itu selesai.

Syarif juga menilai Camat Tamansari Firmanudin lalai dalam menjalankan tugasnya.  "Setelah saya turun (ke lapangan) saya langsung dialog dengan camat. Memang ditemukan fakta kelalaian camat saat eksekusi," imbuh dia.

Penggusuran itu terjadi pada Rabu, 11 Oktober 2018 sekira pukul 09.00 WIB. Lantaran itu, Firmanudin dicopot dari jabatannya.

Baca: Anies Copot Camat Tamansari

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut penggusuran tidak bijaksana karena dilakukan saat proses belajar mengajar. Dia bilang, cara seperti itu tak elok dilakukan di era ini.

"Saya tutup Alexis enggak 'menyerbu' pakai pasukan, cukup pakai tanda tangan. Masa depan Jakarta adalah cara-cara yang menghargai warga dan menghormati tata aturan hukum," ujar Anies.

Bangunan PAUD Tunas Bina dipaksa dibongkar oleh Satpol PP. Penggusuran paksa diduga dilakukan karena kepentingan kontraktor untuk mengerjakan proyek saluran dan pedestrian.


(YDH)