KSPSI tak Ikut Unjuk Rasa 2 Desember

Tri Kurniawan    •    Rabu, 30 Nov 2016 15:58 WIB
unjuk rasa
KSPSI tak Ikut Unjuk Rasa 2 Desember
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea bersama Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri usai perjanjian kerja sama program pengembangan hunian untuk pekerja. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menegaskan  tidak ikut unjuk rasa di Jakarta pada Jumat 2 Desember. Seluruh buruh di bawah bendera KSPSI diimbau bekerja seperti biasa.

"Saya menginstruksikan jajaran KSPSI untuk berkonsentrasi memperjuangan Upah Minimum Sektor (UMSK) di masing-masing daerah. Aksi untuk memperjuangkan UMSK harus dilaksanakan dengan damai," kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dalam keterangannya kepada Metrotvnews.com, Rabu (30/11/2016).

Andi mengatakan, KSPSI merupakan organisasi buruh terbesar di Tanah Air, membawahi 10 federasi serikat pekerja. Anggota KSPSI ada di seluruh daerah.

Untuk diketahui, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan anggota organisasi yang ia pimpin akan unjuk rasa pada Jumat 2 Desember. Ia mengklaim aksi ini akan diikuti 100 ribu orang.

Said menyebut, aksi buruh mogok nasional disertai unjuk rasa tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di 19 provinsi, seperti Banten, Surabaya, Medan, Aceh, Batam, Lampung, hingga Papua. Buruh menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Sedangkan Polri meminta organisasi buruh menunda unjuk rasa. Sebab, saat bersamaan ada 'Aksi Bela Islam III' di lapangan Monumen Nasional. Kegiatan di Monas adalah doa bersama, tausiyah, dan salat Jumat.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Boy Rafli Amar menyampaikan, Polri bukan menghalangi buruh menyampaikan aspirasi, tetapi, agar doa bersama di Monas khusyuk. Ia berharap, serikat buruh memahami itu.


(TRK)