KSPI Minta Polisi Tidak Halangi Aksi Buruh 2 Desember

Arga sumantri    •    Selasa, 29 Nov 2016 14:15 WIB
demo buruh
KSPI Minta Polisi Tidak Halangi Aksi Buruh 2 Desember
Ilustrasi aksi buruh. Foto: MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal ambil bagian pada aksi 2 Desember. Meski memiliki misi yang sama, KSPI memastikan tidak bergabung dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) di Monas. KSPI bakal berorasi di depan Istana Presiden.
 
Ketua KSPI Said Iqbal meminta aksi buruh dilegalkan sebagai bentuk penyampaian unjuk rasa. Said mengecam pernyataan Polri yang menyarankan buruh mencari hari lain buat berunjuk rasa.
 
"Kami menghargai ulama yang turun dalam ‘Aksi Bela Islam III’ buat tabligh akbar dengan dzikir dan doa bersama. Tapi kami mengecam Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) yang minta buruh menunda menyampaikan aksi. Buruh akan tetap aksi," kata Said Iqbal di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).
 
Kendati sudah ada imbauan Kapolri agar tidak ada unjuk rasa selain GNPF MUI di Monas, Said memastikan buruh tetap turun ke jalan. "Kami tidak takut. Tidak boleh itu (melarang). Itu menodai hak berdemokrasi," ujar Said.
 
Said minta tak ada pihak yang coba menghalangi rencana unjuk rasa buruh. Dia minta buruh diperlakukan sama seperti massa GNPF MUI. "Kapolri, Kapolda jangan menghalang-halangi. ‘Aksi Bela Islam III’ boleh masuk pakai bus, kita juga harus boleh," ujar Said.
 
Said menegaskan, kalau polisi menghalangi aksi buruh, pihaknya tidak menjamin kondusifitas aksi massa. "Kami tidak bertanggung jawab ada massa yang kemana-mana. Di tol, di jalan," ujar Said.
 
Sekitar 100 ribu buruh dipastikan turun ke jalan pada 2 Desember. Mereka tidak bakal gabung dengan massa GNPF MUI yang terpusat di Monas.
 
Sebelum berorasi di Istana Presiden, kata Said, buruh bakal berkumpul di Patung Kuda dan Balai Kota DKI pada pukul 10.00 WIB. Setelah itu, buruh bakal long march menuju Istana Negara.
 
Opsi itu bertentangan dengan imbauan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kapolri meminta masyarakat yang ingin unjuk rasa di luar agenda GNPF MUI mencari hari lain. Polri tidak ingin ada unjuk rasa lain selain aksi damai GNPF MUI.



(FZN)