Diimingi Hadiah Rp20 Ribu per Ekor, Warga Berpotensi Budidaya Tikus

Yanurisa Ananta    •    Rabu, 19 Oct 2016 12:28 WIB
hama tikus
Diimingi Hadiah Rp20 Ribu per Ekor, Warga Berpotensi Budidaya Tikus
Ilustrasi. Foto: Antara/Yusuf Nugroho

Metrotvnews.com, Jakarta: Program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memberikan hadiah Rp20 ribu per ekor kepada warga yang menangkap tikus. Program itu hanya dilakukan satu waktu. Iming-iming hadiah dikhawatirkan memberi peluang warga untuk budidaya tikus.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengatakan, gerakan basmi tikus (GBT) oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta hanya dilakukan sekali. Tidak akan dilakukan selamanya.
 
"Kalau terus menerus, nanti orang ternak tikus. Malah jualan tikus ke kita nanti," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (18/10/2016).
 
Ahok mengakui jumlah tikus di Jakarta terlalu banyak. Urine tikus, kata Ahok, berisiko menimbulkan penyakit.
 
"Terlalu banyak tikus. Karena air kencing tikus itu membuat orang sakit. Apalagi musim hujan banyak air," ujarnya.
 
Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Ali Maulana mengatakan, teknis program basmi tikus akan didiskusikan dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta serta Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan. Selain itu, RT dan RW di tiap kelurahan akan dilibatkan.
 
"Kita belum rapatkan mekanismenya, secara teknis untuk penunjuk pelaksanaannya kita masih menunggu," ujar Ali.
 
Ali menjelaskan, bangkai tikus nanti harus dikubur dengan kedalaman tanah minimal 70 cm. "Kalau asal mengubur bisa digali sama binatang lain. Nanti akan ditangani masing-masing RT melalui lurah," kata Ali.
 
Sebelumnya, Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat meminta seluruh lurah di Jakarta mengkampanyekan GBT. Tiap warga yang berhasil menangkap tikus akan diberikan imbalan Rp20 ribu per ekor. "Nanti lurah yang hitung. Dapat berapa kami bayar," kata Djarot, Selasa 18 Oktober.
 
Pemprov DKI pernah membasmi tikus di Gedung Blok G Balai Kota. Biayanya tak murah, Rp200 juta.
 
"Pak Djarot juga kemarin mengajukan anggaran Rp10 juta untuk lantai 6. Tapi, kita terima Rp2 juta - Rp3 juta," kata Kepala Biro Umum DKI Agustino Darmawan kepada Metrotvnews.com, 20 Mei 2016.
 


(FZN)