Normalisasi Kali Jalan Terus

Lis Pratiwi    •    Kamis, 19 Oct 2017 19:04 WIB
banjir jakartanormalisasi kalinormalisasi sungai
Normalisasi Kali Jalan Terus
Ilustrasi: Sejumlah pekerja menyelesaikan pemasangan turap di Sungai Kalimalang, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendarwan memastikan normalisasi sungai tetap dijalankan. Langkah ini diperlukan untuk menghalau banjir yang kerap datang saat musim hujan.

"Normalisasi secara sederhana sudah dilakukan. Contohnya pengerukan. Tapi, untuk pengembalian trase dibutuhkan waktu untuk pembebasan lahan dan relokasi warga," kaya Teguh di Balai Kota Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 19 Oktober 2017.

Menurut dia, normalisasi kali adalah kebutuhan yang mendesak. Apalagi, warga yang tinggal di bantaran kali tidak bisa menjual atau memperbaiki tempat tinggalnya.

"Karena peruntukannya jelas biru. Ini tugas pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya untuk melakukan pembebasan. Saya mau tuntas tahun ini," tegas dia.

Saat ini, kata dia, normalisasi belum mencapai seratus persen karena terkendala pembebasan lahan. Pelaksanaan baru 61 persen di Kali Ciliwung, Pesanggrahan, dan Sunter. 

Normalisasi di ketiga wilayah itu lebih cepat karena Dinas SDA berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). 

"Kita fokus di sana. Kita belum bicara Kali Angke, Kali Pesanggrahan yang masuk Jakarta Barat, Kali Sekretaris, dan Kali Grogol," tambah dia.

Sementara itu, program ini juga membutuhkan waktu, dana, serta berhadapan masalah gugatan hukum. Salah satunya terjadi di kawasan Kemang. Pemerintah harus menggelontorkan dana miliaran untuk pembebasan lahan warga yang sudah memiliki sertifikat hak milik (SHM).

"Contoh gugatan hukum seperti Ciliwung yang Bidara Cina. Di Pengadilan Tinggi belum ada keputusan, padahal itu dibutuhkan untuk akses masuk ke Banjir Kanal Timur," ungkap dia.

Baca: Anies Diminta Buktikan Proyek Normalisasi Berjalan Tanpa Relokasi

Teguh juga menanggapi rencana BBWSCC yang akan menghentikan aliran dana normalisasi mulai 2018. Menurut dia, hal itu belum dikonfirmasi. Ia akan meminta Gubernur Anies Baswedan untuk berbicara kepada pemerintah pusat demi membantu normalisasi.

"Bisa saja pak Gubernur bicara ke Presiden (Joko Widodo) atau menteri. Dananya dikhususkan untuk normalisasi karena pengentasan banjir dan genangan masuk program strategis nasional," pungkas dia.





(OGI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA