Alasan Penerapan Kebijakan di Tol Jagorawi

Dhaifurrakhman Abas    •    Jumat, 13 Apr 2018 20:02 WIB
sistem ganjil genap
Alasan Penerapan Kebijakan di Tol Jagorawi
Kepala Dishub Kota Tangerang Saeful Rohman saat memasang spanduk pemberitahuan ganjil genap di tol Kebon Nanas Tangerang. (Medcom.id/Hendrik S)

Jakarta: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menerapkan sejumlah kebijakan untuk mengurai kemacetan di ruas jalan Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Tangerang. Rencananya, uji coba kebijakan ini bakal diterapkan pada Senin, 16 April 2018.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengakui kebijakan uji coba di sejumlah ruas jalan tol lain karena penerapan kebijakan ini terbilang berhasil mengurai kemacetan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.

"Hal penting yang melatarbelakanginya, pertama kita sudah lakukan kebijakan di tol Jakarta-Cikampek. Ketiga paket itu menunjukan hal yang positif," kata Bambang saat jumpa pers, di kantor Jasa Marga Pusat, Jakarta Timur, Jumat, 13 April 2018.

Menurut Bambang, beberapa kebijakan yang akan diterapkan antara lain lajur khusus di jalur I untuk kendaraan bus di dalam Tol Jagorawi. Jalur khusus ini akan diterapkan dari Bogor, Jawa Barat sampai Pasar Rebo, Jakarta Timur. 

Selain itu, kebijakan ganjil genap juga akan diterapkan di ruas Tol Jagorawi khusus untuk kendaraan pribadi atau golongan I dan II. Kendaraan pribadi tak bisa mengakses jalan tol Jagorawi melalui gerbang Tol Cibubur II terhitung hari Senin hingga Jumat pada pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB.

Sementara di Tol Jakarta-Tangerang, akan diterapkan pembatasan jam operasional angkutan barang bermuatan berat atau kendaraan golongan III, IV, dan V. Kendaraan berat ini tidak boleh mengakses tol Jakarta-Tangerang di ruas Cikupa-Tomang terhitung pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB, pada Senin sampai dengan Jumat.

Kemudian kebijakan kedua yakni penerapan sistem ganjil-genap untuk kendaraan pribadi atau kendaraan golongan I dan II di Gerbang Tol Kunciran II dan Tangerang II. Skema ganjil-genap ini akan mengatur tata cara kendaraan pribadi yang hendak memasuki Tol Jakarta-Tangerang arah Jakarta di pintu gerbang tol pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB.

Tak hanya itu, BPTJ juga mengatur pembuatan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) di Tol Jakarta-Tangerang. Lajur ini bisa digunakan untuk semua angkutan umum agar pengendara beralih menggunakan angkutan umum.

Baca: Ganjil Genap di Tol Tangerang Diterapkan 16 April

Bambang mengklaim, dari hasil evaluasi penerapan kebijakan pengurai kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek berhasil mengurangi kepadatan jenuh kendaraan di ruas jalan. Volume kendaraan yang semula melebihi angka vc rasio 1 menurun hingga 0,5 pada pukul 06.00 WIB-09.00 WIB.

"Sehingga jarak tempuh juga semakin cepat," beber dia.

Selain itu, kebijakan itu juga diklaim Bambang sukses mengurai penumpukkan kendaraan yang kerap terjadi di gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur. Dengan diterapkannya kebijakan di ruas jalan tol ini, pihaknya merubah pola prilaku pengendara untuk mengatur perjalanannya menjadi lebih pagi atau mengakses jalur arteri.

"Oleh karena itu, jalan arteri atau alternatif bisa dikendalikan dengan baik. Keberhasilan itulah salah satu yang melatarbelakangi kita terapkan di Tol Jagorawi dan Jakarta-Tangerang," ujarnya.

Dia mengakui, penyelenggaraan Asian Games di Jakata dan Palembang menjadi alasan pemerintah menerapkan paket kebijakan di dua ruas tol tersebut. "Panitia mengharapkan poin to poin lebih dari tiga jam. Maka kita perlu melakukan rekayasa dalam rangka menunjang Asian Games," jelas dia.

Di sisi lain, Bambang menilai permasalahan kemacetan ibu kota sebetulnya menjadi alasan utama diberlakukannya penerapan pengurai kemacetan tersebut. Pemerintah sudah sepatutnya mencermati kondisi jalanan ibu kota yang sudah mencapai titik jenuh.

"Oleh sebab itu pemerintah mulai melakukan rekayasa dengan menerapkan sejumlah paket kebijakan merubah VC rasionya yang mendekati 1 akan kita upayakan menjadikannya ideal. Yakni pada angka VC rasio 0,5," tandas dia.


(JMS)

Aset Novanto Terancam Disita KPK

Aset Novanto Terancam Disita KPK

1 hour Ago

Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yan…

BERITA LAINNYA