Pemprov DKI Sebut Bonus Atlet Asian Games Sudah Cukup

Nur Azizah    •    Senin, 10 Sep 2018 18:51 WIB
pemprov dkiasian games 2018
Pemprov DKI Sebut Bonus Atlet Asian Games Sudah Cukup
Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta batal menambahkan bonus untuk atlet DKI peraih medali di Asian Games 2018. Ia lantas membandingkan bonus yang diterima atlet Indonesia dengan negara lain. 

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono, bonus yang diberikan pemerintah sudah besar. Apalagi, para atlet juga diberikan kesempatan untuk menjadi PNS baik di DKI maupun di Kementerian. 

Para atlet peraih medali emas tim perorangan mendapatkan bonus sebesar Rp1,5 miliar, perak Rp500 juta, dan perunggu Rp250 juta. Belum lagi, bonus dari Pemprov DKI Jakarta, peraih medali emas Rp300 juta, perak Rp150 juta, dan Perunggu Rp90 juta.

Ratiyono menyebut, bonus itu lebih besar ketimbang negara lain seperti Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang. Di Malaysia, para atlet hanya diberikan bonus sekitar Rp280 juta. 

"Bonus Pemerintahan dan Pemprov total Rp1,8 miliar. Itu tanpa pajak. Tetangga serumpun kita Malaysia hanya Rp280 juta," ungkapnya.

Sementara Korsel membebaskan para atlet peraih medali dari wajib militer. Pasalnya, mengharumkan nama bangsa sudah menjadi kewajiban para atlet dan hadiah yang diberikan tak ternilai harganya.

Baca: DKI Batal Menaikkan Bonus Atlet Asian Games

"Jepang justru tidak memberikan bonus karena membela negara adalah suatu kehormatan tiap warga. Jadi Jepang justru tidak diberikan bonus. Jadi sebagai gambaran bahwa kita sudah mengeluarkan kebijakan yang cukup bijak," ungkapnya.




(DMR)