Pemprov DKI tak Mau Menggaji 'Pak Ogah' Supeltas

Ilham wibowo    •    Sabtu, 26 Aug 2017 14:22 WIB
sukarelawan lalu lintas
Pemprov DKI tak Mau Menggaji 'Pak Ogah' Supeltas
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Foto: Metrotvnews.com/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menolak menggaji pak Ogah yang direkrut menjadi sukarelawan pengatur lalu lintas (sulpetas). Pemberdayaan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya itu sedianya dilakukan untuk membantu kepolisian mengatur lalu lintas.

"Kalau menurut saya itu kan relawan, relawan, ya, relawan (tidak mendapatkan gaji)," kata Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Agung, Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Agustus 2017.

Djarot mengatakan tak sanggup menyesuaikan gaji pak Ogah sesuai upah minimum regional (UMR). Selain statusnya tergolong Penyandang Masalah Kesejahteraan sosial (PMKS), ide melegalisasi pak Ogah dinilai bersifat sementara.

Menurut Djarot, bantuan Pemprov dalam masalah lalu lintas bisa dilakukan dengan mengandalkan jajaran anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Meski demikian, pasukan oranye itu dapat diberdayakan selepas melaksanakan fungsi utamanya.

"Mungkin kita bisa bantu melalui penugasan PPSU, jadi ketika dia senggang bisa bantu. Kalau disuruh membayar enggaklah, janganlah. Kan namanya relawan itu dia tidak dibayar," ucap Djarot.  

Mantan Wali Kota Blitar ini berpandangan kehadiran pak Ogah di perempatan jalan perlu diberikan pendampingan. Sebab, meski tak memaksa, pak Ogah kerap memungut upah dari pengendara.

"Makanya didampingi. Kadang-kadang dia enggak mungut, kadang-kadang kita yang ngasih. Kalau pengalaman saya, karena peduli, kasih uang jadinya. Ada juga yang tidak," tuturnya.




(UWA)

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

2 hours Ago

KPK optimis memenangkan gugatan praperadilan tersangka korupsi ktp-el Setya Novanto. KPK akan m…

BERITA LAINNYA