Alasan Wali Kota Bekasi Minta Penambahan Siswa di SMAN 10

Juven Martua Sitompul    •    Jumat, 11 Aug 2017 20:28 WIB
pendidikansekolah
Alasan Wali Kota Bekasi Minta Penambahan Siswa di SMAN 10
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Metrotvnews.com, Bekasi: Sebanyak 72 siswa SMAN 10 Bekasi yang masuk melalui jalur zonasi susulan akhirnya terlantar. Sebab, status siswa mereka tidak tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, alasannya meminta penambahan rombongan belajar (rombel) dari 36 menjadi 40 siswa karena permintaan untuk memenuhi kebutuhan belajar bagi anak-anak di Kota Bekasi.

"Kenapa mesti dibilang kebijakan ini kebutuhan riil anak-anak yang tinggal di Kota Bekasi," kata Rahmat kepada Metrotvnews.com, di Bekasi, Jumat 11 Juli 2017.

Baca: SMAN 10 Bekasi Jamin Kualitas Sekolah Terbuka

Rahmat menjelaskan, usulan ini sudah disampaikan ke Kemendikbud dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bahkan, dia mengklaim pihak Kemendikbud mempersilakan adanya penambahan siswa dalam rombel secara bertahap.

"Tidak diatur tidak dibatasi, jumlah kelas tidak cukup bisa tambah rombel kelas baru. Jika tidak cukup juga ya kewajiban pemerintah untuk membentuk sekolah baru, riil kebutuhannya," jelas Rahmat.

Rahmat berjanji tidak akan lepas tangan dengan persoalan ini. Tak hanya itu, Pemkot Bekasi juga bersedia memenuhi kebutuhan gedung bagi SMA Terbuka untuk kegiatan belajar mengajar siswa yang belum tertampung.

"Simple dan mudah jika niat dan kepentingannya adalah untuk masyarakat," kata Rahmat.

Baca: 72 Siswa Telantar SMAN 10 Bekasi Diliburkan

Sebelumnya, Rahmat mengusulkan penambahan jumlah peserta rombongan belajar dari 36 menjadi 40 siswa. Penambahan dilakukan dengan alasan mengakomodasi siswa-siswi yang berdomisili di sekitar Kelurahan Pejuang.

Namun usulan Rahmat ditolak oleh Pemprov Jabar. Akibatnya, siswa-siswi yang masuk melalui jalur zonasi susulan itu pun tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar seperti siswa SMAN 10 lainnya.

Untuk menyudahi polemik ini, Pemprov Jabar pun akhirnya memberikan dua pilihan. Pertama para siswa dipersilakan pindah ke sekolah swasta dan kedua pembukaan SMA Terbuka, di mana induk dari SMA Terbuka tetap SMAN 10 Bekasi.


(DEN)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

13 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA