PKS Kukuh Menolak Masuk Permainan Gerindra

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 07 Dec 2018 12:59 WIB
Pengganti Sandiaga Uno
PKS Kukuh Menolak Masuk Permainan Gerindra
Sekretaris Bidang Polhukam Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Alynuddin. Foto: Medcom.id/Nur Azizah

Jakarta: Sekretaris Bidang Polhukam Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhud Alynuddin, membantah pernyataan Ketua DPD Partai Gerindra DKI M Taufik. Suhud menyatakan belum ada kata sepakat dengan uji kepatutan dan kelayakan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Menurut Suhud, uji kepatutan dan kelayakan bukan bagian dari kesepakatan.

"Tidak ada itu (kesepakatan uji kepatutan dan kelayakan)," kata Suhud kepada Medcom.id, Jumat, 6 Desember 2018.

Suhud menegaskan kesepakatan sejak awal sesuai dengan komitmen Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Kursi wakil gubernur yang ditinggalkan Sandiaga Uno akan diisi kader PKS.

"Itu yang disepakati antara Pak Prabowo dengan pimpinan PKS," ucap Suhud. 

Suhud menyebut kesepakatan di dewan pimpinan pusat (DPP) itu semestinya dilaksanakan pengurus di dewan pimpinan daerah (DPD) DKI. Ia menyayangkan sikap DPD DKI yang membuat mekanisme sendiri berupa uji kepatutan dan kelayakan.

"Justru di level DPP sudah selesai. Harusnya di level DPD hanya menjalankan," tutupnya.

Ketua DPD Partai Gerindra M Taufik mengakui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada calon wakil gubernur DKI Jakarta diusulkan partainya. Dia menegaskan itu sudah sesuai kesepakatan dengan PKS. 

Taufik meminta PKS tak meributkan uji kepatutan dan kelayakan ini. Karena, PKS telah menyetujui tes itu pada pertemuan yang digelar November.

Dia menampik uji ini sengaja dibuat lantaran Partai Gerindra tak legawa memberikan kursi wagub kepada PKS. "Bukan begitu, ini kan sudah hasil kesepakatan. Masa mau mengingkari kesepakatan?" kata dia.


(DRI)