Pembangunan MRT Fase II Dipastikan Tepat Waktu

Nur Azizah    •    Selasa, 06 Nov 2018 14:19 WIB
mrtProyek MRT
Pembangunan MRT Fase II Dipastikan Tepat Waktu
Rangkaian kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga..

Jakarta:  Pembangunan MRT fase II jurusan Bundaran HI-Kapmung Badan dipastikan tepat waktu. Mundurnya groundbreaking dari Desember 2018 menjadi Januari 2019 dijamin tidak berdampak pada proses pembangunan.
 
"Enggak, enggak akan (berdampak). Kan mundurnya satu bulan doang dari Desember ke Januari," kata Dirut PT MRT Jakarta, William Sabandar di Halte Bundaran HI, Selasa, 6 November 2018.
 
Saat ini proses pembangunan fase II masih dalam proses lelang. William memastikan, seluruh tahapan berjalan dengan baik meski terlambat.
 
Molornya waktu groundbreaking disebabkan gagal lelang paket CP 200. Paket CP 200 adalah paket konstruksi dinding diagfragma (D-Wall) untuk gardu induk Monas moda raya terpadu (MRT) Jakarta Fase II.
 
Ia menjelaskan, gagal lelang ini disebabkan para kontraktor tak mengajukan dokumen. Dari lima yang mendaftar, hanya satu yang mengajukan dokumen.
 
"Satu itu tetap bisa berjalan sebenarnya, tapi setelah evaluasi teknis, dia gagal juga. Kenapa? karena pertama, ketersediaan alat. Alat mereka ada yang sudah tidak di sini," ujar dia.
 
William menyampaikan, meski pelaksanaan groundbreaking mundur, namun prosesnya berjalan dengan benar. Dalam proyek fase II ini, PT MRT Jakarta mengerjakan kontraktor lokal sebagai kontraktor utama.
 
"Kalau ingin groundbreaking, semua proses persiapan ini sangat berhati-hati. Ini pertama kali MRT Jakarta dikerjakan kontraktor lokal. Mungkin karena pertama kali, jadi kami ingin betul-betul mendapatkan kontraktor yang layak untuk pekerjaan ini," terang William.

Baca: Jokowi Tengok Pembangunan MRT
 
Pembangunan MRT fase II ini akan membentang sepanjang 8,3 kilometer. Rutenya, mulai dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan.
 
MRT fase II akan memiliki delapan stasiun yang meliputi stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Kampung Bandan. Nilai proyek ini mencapai Rp25,5 triliun.




(FZN)