Warga Manggarai Inginkan Konsep Penertiban Ramah Anak

Dhaifurrakhman Abas    •    Senin, 20 Nov 2017 11:12 WIB
normalisasi sungainormalisasi ciliwung
Warga Manggarai Inginkan Konsep Penertiban Ramah Anak
Suasana pemukiman warga bantaran Sungai Ciliwung yang berada di kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa (3/1) - MI/Arya Manggala

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta berencana menertibkan kembali kawasan hunian di sepanjang bantaran sungai yang menyebabkan banjir. Salah satunya pemukiman di bantaran Kali Ciliwung.

Metrotvnews.com mencoba menelusuri salah satu lokasi bantaran Kali Ciliwung di RT 06 RW 04 Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Meski kawasan ini diakui warga tak pernah banjir dari tahun 2007, namun mereka tak masalah bila pada akhirnya ditertibkan. 

Hanya, warga ingin penertiban memikirkan kepentingan anak. "Untuk anak, saya belum tahu jumlah pasti. Tapi di RW 04 saja, ada 150 balita," ujar Sekertaris RW 04 sekaligus ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Manggarai, Suratman kepada Metrotvnews.com, Senin, 20 November 2017.

Suratman khawatir, penertiban yang berakhir dengan bentrok antara warga dan stakeholder terkait, berdampak buruk bagi psikologis anak. Selain itu, anak dikhawatirkan akan menanamkan rasa kebencian kepada pemerintah akibat trauma yang diderita.

(Baca juga: Hunian di Bantaran Kali Hambat Penyerapan Air Tanah)

Dia menjamin, warga kawasan Manggarai adalah warga yang taat hukum. Menurut dia, isu mengenai Manggarai yang doyan rusuh, hanya stigma belaka. 

Untuk itu, ia berharap, penertiban dilakukan dengan musyawarah agar tidak terjadi kerusuhan. "Kita pingin ada musyawarah dulu ya. Warga kita juga sudah pintar sama hukum. Pak RW juga sering sosialisasi kepada warga tentang itu," kata Suratman.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan bakal menertibkan bangunan yang menyebabkan banjir dan terbukti ilegal. Dia geram karena kawasan selatan Jakarta kembali banjir, kemarin."Kalau melanggar harus ditertibkan dong," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 13 November 2017.

(Baca juga: BWSCC: Relokasi Hunian Bantaran Kali Wajib Dilakukan)
 


(REN)

Fahri Sebut Nazaruddin Kesal Asimilasinya Ditunda

Fahri Sebut Nazaruddin Kesal Asimilasinya Ditunda

3 hours Ago

Fahri membeberkan, di dalam Lapas Nazar memiliki body guard¬†yang bertugas melindungi dan …

BERITA LAINNYA