Paedofil Kerap Memanfaatkan Titik Lemah Anak

   •    Senin, 08 Jan 2018 15:03 WIB
paedofilkekerasan seksual anak
Paedofil Kerap Memanfaatkan Titik Lemah Anak
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Jakarta: Sosiolog Devie Rahmawati menyebut pelaku kekerasan seksual terhadap anak atau paedofil akan selalu memetakan kondisi sekitarnya terlebih dulu sebelum beraksi. Umumnya mereka akan menawarkan diri sebagai pekerja, mendekati, atau tinggal di lingkungan yang banyak dihuni oleh anak-anak.

Tak hanya itu, kebiasaan, cara berpakaian, hingga hobi yang disukai anak akan dipelajari terlebih dulu oleh pelaku untuk memuluskan aksi dan mencari celah di mana anak bisa dikelabui.

"Misalnya anak suka permen, ketika ada orang yang menawarkan itu atau hal yang membuat anak tertarik, orang tua tanamkan pada anak-anak untuk berhati-hati dan jelaskan apa konsekuensinya," kata Devie, dalam Selamat Pagi Indonesia, Senin 8 Januari 2018.

Devie mengatakan sangat penting bagi orang tua untuk benar-benar memahami anak-anaknya. Dari hal yang mereka sukai sampai titik lemah mereka yang mungkin berpotensi dijadikan alat oleh pelaku untuk melakukan kejahatan.

Mayoritas anak yang menjadi korban paedofil umumnya terjadi di lingkungan sendiri bahkan di rumah pelaku lantaran kepercayaan orang tua akan 'penampakan' diri pelaku yang mungkin tak terlihat berbahaya.

Ia menilai hal paling mudah yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencegah anak-anak menjadi korban kekerasan seksual adalah tanamkan pada diri mereka untuk menghindari kontak fisik yang tak biasa dengan siapapun.

"Kalau itu (sentuhan fisik) sudah mulai biasanya akan mulai dari kepala, pelukan, itu perlahan dan terus menerus. Hal ini harus disadari oleh orang tua dan transfer ilmunya kepada anak. Intinya kalau sudah melakukan tindakan fisik, jauhi," katanya.

Pendidikan untuk menghindari sentuhan fisik dengan orang lain baik yang dikenal maupun tidak menurut Devie harus benar-benar ditanamkan oleh orang tua kepada anak. Sebab logikanya, sesayang apapun orang tua kepada anak mereka tidak akan menyentuh bagian vital tubuh anak.

"Anak perlu dikenalkan batasan-batasannya. Di rumah dipraktikkan jangan hanya sekadar imajinasi, beri pemahaman ketika sudah sampai kontak fisik akan sangat berbahaya," jelasnya.




(MEL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA