Anies Tegaskan bakal Tutup Diskotek yang Edarkan Narkoba

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 14 Nov 2017 11:44 WIB
penutupan diskoteknarkotika
Anies Tegaskan bakal Tutup Diskotek yang Edarkan Narkoba
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Kamis 9 November 2017/MTVN/Nur Azizah

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bakal memerangi penyakit masyarakat, salah satunya soal narotika. Langkah konkret yang bakal dilakukan adalah menutup diskotek yang kedapatan mengedarkan narkoba.

"Kita ingin agar serius dalam cegah narkoba tidak ada tutup buka tutup buka. Begitu di situ ditemukan narkoba, maka tempat itu tidak bisa beroperasi," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 November 2017.

Anies menuturkan lebih dari 500 ribu orang menjadi pengguna narkoba. Dari angka itu 40 persennya adalah karyawan dan 20 persennya pelajar.

"Ini informasi dari kepala BNNP DKI. Ketua KPAI sempat sebutkan bahwa dalam 3 tahun terakhir jumlah pengedar narkoba anak itu meningkat 300 persen," beber Anies.

Dari kejadian tersebut, Anies menegaskan tak akan mengorbankan masa depan anak bangsa. Anies mengaku bakal mengerahkan sampai lingkungan terdekat dengan masyarakat.

"Kita juga akan aktifkan lewat RW siaga untuk pantau peredaran narkoba di kampung-kampung. Itu akan kita kerjakan semua," tandas dia.

Anies membeberkan, dia sudah mendapat laporan dari Kepala Satpol PP soal diskotek yang ketahuan mengedarkan narkoba. Salah satunya diskotek Diamond.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memastikan, bakal melakukan tindakan tegas pada diskotek Diamond. "Kita jalankan Perda Nomor 6 itu," pungkas Anies.

Dalam Perda DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2015 tentang kepariwisataan disebutkan, tempat hiburan malam yang dua kali kedapatan ada narkoba akan ditutup dan dicabut izinnya.
 


(REN)