KDRT dan Rumah Tangga yang Cenderung Tertutup

   •    Senin, 13 Nov 2017 13:40 WIB
kekerasan dalam rumah tangga
KDRT dan Rumah Tangga yang Cenderung Tertutup
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Jakarta: Kriminolog Erlangga Masdiana menyebut kasus kekerasan bahkan yang berujung pada tindak pembunuhan tak hanya terjadi pada dr Letty. Ada banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) lain yang justru tak terkuak ke publik.

"Bukan hanya dr Letty sebenarnya. Banyak perempuan sering kali dijadikan posisi paling bawah dan laki-laki harus punya power menguasai istri. Ketika istri tidak mau ikut suami, dianggap kurang ajar," kata Erlangga, dalam Metro Siang, Senin 13 November 2017.

Sering kali, kata Erlangga, kasus KDRT bahkan yang berujung pada pembunuhan terlambat dideteksi. Hal ini disebabkan karena rumah tangga adalah 'institusi' tertutup yang tak seharusnya diketahui publik.

Problem kekerasan pun tak hanya soal fisik, kerap terjadi juga kekerasan secara verbal yang terkadang dipengaruhi oleh kultur. Misalnya orang yang terbiasa bicara dengan keras kemudian lawan yang cenderung lembut menyalahartikan itu sebagai kekerasan.

Baca juga: Menilik Faktor Penyebab Kekerasan yang Dilakukan Orang Terdekat

Tapi di sisi lain, ada juga orang uang terbiasa melakukan kekerasan akibat tekanan dan masalah yang tengah dihadapi. Kecenderungan rumah tangga yang tertutup bagi publik menyebabkan kekerasan yang terjadi sulit diantisipasi ketika ada respons di luar ekspektasi salah satu pihak.

"Kekerasan itu akan terjadi jika ada respons negatif misalnya istri kurang tanggap mengantisipasi keinginan suami. Atau suami sedang dalam problem tinggi tidak bisa menyelesaikan dengan baik sehingga kekerasan juga terjadi," katanya.

Erlangga mengatakan ciri orang yang kerap melakukan atau menjadi korban kekerasan memang tak akan tampak secara fisik. Apalagi jika yang bersangkutan punya kecenderungan diri tertutup. Ciri fisik mungkin saja tampak meski sekilas tapi itu hanya berlaku pada mereka yang cenderung ekspresif atau extrovert.

"Namanya kekerasan kan deliknya aduan. Kalau orangnya diam bisa berbahaya, tiba-tiba melakukan tindak kekerasan saja. Tapi kalau orang yang extrovert lebih mudah mengantisipasi apa yang akan terjadi," jelasnya.




(MEL)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA