Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek Diklaim Menurun

   •    Senin, 12 Mar 2018 19:19 WIB
sistem ganjil genap
Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek Diklaim Menurun
Sejumlah kendaraan roda empat melintas masuk ke gerbang tol Bekasi Barat 1 di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Widodo S Jusuf)

Jakarta: Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Karlo Manik mengklaim tingkat kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek menurun usai penerapan kebijakan ganjil genap.

"Dari hasil evaluasi sementara memang kemungkinan terjadi perubahan pola perjalanan dari pengguna mobil pribadi ke bus premium, mempercepat waktu keberangkatan sampai dengan melalui jalan alternatif atau tol lain," ungkapnya, dalam Metro Hari Ini, Senin, 12 Maret 2018.

Karlo merinci, penurunan kendaraan yang melintasi gerbang Tol Bekasi Barat arah Jakarta selama penerapan sistem ganjil genap turun sekitar 30 persen dari yang sebelumnya 2.600 kendaraan menjadi 1.620 kendaraan.

Kemudian dari gerbang tol Bekasi Barat 2, kendaraan yang melintas menurun sekitar 38,2 persen dari 3.000 kendaraan turun menjadi 1.852 kendaraan dan perjalanan dari gerbang tol Bekasi Timur menurun sampai dengan 35,6 persen dari 2.400 kendaraan menjadi 1.545 kendaraan.

"Pola waktu perjalanan pun berubah dari pukul 04.00 WIB sampai 05.00 WIB naik sebesar 37 persen dan pada pukul 05.00 WIB sampai 06.00 WIB naik 23 persen dari biasanya. Jadi memang terjadi kelancaran di tol Jakarta Cikampek hari ini," tambahnya.

Karlo mengaku senang bahwa penerapan sistem ganjil genap hari ini memberikan hasil yang cukup signifikan. Meski begitu ia berharap masyarakat yang tidak melewati tol terdampak kebijakan tidak berpindah ke tol lain atau mencari jalur alternatif karena tidak bisa melintas.

"Masyarakat kami harap mau menggunakan angkutan umum bus yang telah disediakan karena di bus itu sudah dilengkapi wifi, seatbelt, sampai colokan listrik. Kita juga sudah menyediakan lajur khusus angkutan umum sehingga kecepatan sampai Jakarta bisa lebih cepat lagi," katanya.

Karlo mengakui bahwa memang terjadi perubahan titik kemacetan dari Tol Jakarta Cikampek ke tol lain di sekitarnya dan jalur arteri Bekasi-Jakarta.

Lantaran kemacetan tersebut sudah menjadi keniscayaan sebagai dampak dari penerapan kebijakan, ia meminta masyarakat khususnya pengguna kendaraan pribadi menggunakan bus yang sudah disediakan.

Ia memastikan seluruh bus dapat mengakomodasi tujuan masyarakat yang rata-rata bekerja di ibu kota sampai ke tempat tujuan tanpa harus memusingkan rute perjalanan.

Ia berharap tujuan agar masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi ke bus premium yang telah disediakan bisa terwujud melalui kebijakan ini.

Soal titik kemacetan yang berpindah ke ruas jalan lain seperti jalur alternatif maupun tol di sekitarnya, Karlo meminta masyarakat untuk memanfaatkan bus yang telah disediakan. Ia memastikan waktu tempuh bus premium ke Jakarta maksimal 1,5 jam dari terminal keberangkatan.

"Tarifnya pun hanya Rp10 ribu per hari. Dari terminal keberangkatan, angkutan umum yang kita siapkan ada yang ke Senayan City, Kuningan, Podomoro City, Gajah Mada, sampai Blok M. Jadi silakan dimanfaatkan," jelasnya.




(MEL)