43 Ribu Warga Bekasi Terancam Tak Punya KTP-el

Gana Buana    •    Kamis, 20 Apr 2017 16:09 WIB
e-ktp
43 Ribu Warga Bekasi Terancam Tak Punya KTP-el
Petugas Dinas Dukcapil merekam data pemohon KTP-el yang gangguan jiwa di Desa Menawan, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/3/2017). Antara Foto/Yusuf Nugroho/ama/17.

Metrotvnews.com, Bekasi: Sebanyak 43 ribu warga Kota Bekasi terancam tak akan pernah mendapatkan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi menyatakan status perekaman data mereka bermasalah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi Erwin Effendi menyampaikan puluhan ribu warga tersebut bermasalah dengan status perekaman KTP-el mereka. Karena itu, sampai kapanpun KTP mereka tak akan bisa dicetak.

"Permasalahannya beragam, itu langsung terlacak oleh sistem usai warga tersebut melakukan perekaman data diri. Mulai dari identitas ganda dan gangguan secara IT," kata Erwin, Kamis 20  April 2017.

Erwin menyampaikan, masalah mereka seperti  memiliki nomor identitas kependudukan (NIK) ganda. Mereka harus memilih daerah tempat tinggal yang akan digunakan untuk mendapatkan KTP-el.

Sebab, dengan menggunakan basis teknologi IT kini hanya data tunggal yang bisa diterima oleh Kementerian Dalam Negeri. Secara otomatis identitasnya terkunci saat mereka mencoba melakukan perekaman di daerah lainnya.

"Agar bisa tercetak, warga harus memiliki satu domisili saja. Kalau lebih, tidak akan bisa dicetak," jelas Erwin.

Erwin mengatakan, motif warga memiliki identitas ganda bermacam-macam. Sebagian bahkan ada yang ingin memiliki legalitas administrasi kepada istri kedua. Mayoritas yang memiliki identitas ganda adalah kaum Adam.

Erwin bercerita, September 2016, sepasang suami-istri terlibat adu mulut di kantor Disdukcapil Kota Bekasi. Sang suami ketahuan menikahi perempuan lain di wilayah lain. Hal itu terungkap, saat sidik jari suami dipindai menggunakan mesin di kantor Dinas Dukcapil.

"Rupanya si pria ini sudah melakukan perekaman KTP-el di daerah asalnya di Jakarta. Saat coba merekam di Kota Bekasi, dia akhirnya terungkap telah menikah dengan wanita lain," jelas Erwin.

Jumlah warga Kota Bekasi berkisar 2,4 jiwa. Sebanyak 1.778.265 jiwa merupakan warga wajib KTP-el. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 1.436.431 orang yang sudah memiliki KTP-el. Sisanya sebanyak 173.638 orang belum melakukan perekaman e-KTP.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Bekasi Nardi menambahkan warga banyak yang tidak mengetahui bahwa identitas ganda merupakan perbuatan menyalahi aturan. Meski warga telah melakukan perekaman sejak satu tahun lalu, tetap saja tindakan mereka menyalahi aturan.

Namun saat dilakukan penunggalan data oleh Kementerian Dalam Negeri, data mereka telah terkunci karena telah merekam di dua tempat yang berbeda. "Harus pilih salah satu, mereka mau cabut berkas di tempat lama atau mau pakaiidentitas di tempat yang lama, tidak boleh keduanya," tukas dia.


(TRK)