Tak Ada Pemberian Kuota dalam MoU Bina Lingkungan

Lis Pratiwi    •    Sabtu, 15 Jul 2017 00:42 WIB
pendidikan
Tak Ada Pemberian Kuota dalam MoU Bina Lingkungan
Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susie Nurhati. MTVN/ Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Bina lingkungan merupakan program pemberdayaan masyarakat di  wilayah sekitar suatu instansi. Beberapa sekolah di DKI Jakarta turut melakukan kebijakan ini guna memberikan fasilitas pendidikan yang dekat dengan warga. 

 

Hal ini pun tercantum dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan perwakilan pemilik tanah di antaranya dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Kopassus, dan Paspampres.

 

"MoU hanya (berisi) penggunaan lahan," kata Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susie Nurhati saat ditemui Metrotvnews.com di Jakarta Selatan, Jumat 14 Juli 2017.

 

Susi membantah jika dalam perjanjian tersebut tersurat pemberian kuota khusus siswa bina lingkungan. Menurutnya, tidak pernah ada perbedaan bagi siswa baru yang mendaftar sekolah. Semua harus lewat jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online dan bersaing dengan nilai ujian.

 

"Enggak bisa, itu kan kita kerja. PPDB juga ada permendiknas kan kita tidak bisa melanggar itu. Itu tidak ada (kuota khusus)," jelasnya.

 

Menurutnya, pihak-pihak yang menyatakan adanya kuota bina lingkungan memiliki persepsi yang salah. "Bukan, itu cuma persepsi mereka saja tapi di sistem tidak ada," tambahnya.

 

Ia pun mengatakan seleksi baik untuk siswa bina lingkungan maupun siswa reguler dilakukan dalam satu sistem PPDB online sesuai jadwal dan peraturan, serta idealnya tanpa campur tangan pemilik lahan.

 

Susie menambahkan, semua kuota penerimaan siswa baru yang diberikan dinas pendidikan kepada sekolah juga harus terbuka untuk umum, tanpa pemisahan khusus bagi siswa bina lingkungan dan reguler.

 

"Nggak boleh mengatur seperti itu, nggak ada. MoU nggak ada bunyi seperti (kuota khusus) itu, standar (isinya)," tutur Susie.




(SCI)