Pemerintah DKI Pelajari Lahan di Ancol Hilang 2 Hektare

Intan fauzi    •    Jumat, 17 Mar 2017 15:18 WIB
proyek mrt
Pemerintah DKI Pelajari Lahan di Ancol Hilang 2 Hektare
Sumarsono (kanan) berbincang dengan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi saat mengecek terowongan proyek MRT di Kawasan Setiabudi, Jakarta. Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Lahan untuk pendirian depo kereta mass rapid transit (MRT) minimal enam hektare. Pemerintah DKI punya lahan seluas itu, bahkan lebih, di Ancol Timur, Jakarta Utara. Namun saat dicek, luas lahan tinggal empat hektare.

Kemana sisanya? Itu yang sedang dipelajari pemerintah. Dugaan sementara, sisa lahan dijual PT Pembangunan Jaya Ancol, BUMD yang mengelola lahan pemerintah di Ancol Timur.

"Lahan seharusnya enam hektare. Saat cek awal, kok empat hektare, sehingga ada kekurangan. Jadi kami cek lagi," kata Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat 17 Maret 2017.

Pemprov DKI akan mengkroscek kembali soal nota kesepahaman antara PT MRT dan PT PJA soal lahan di Ancol Timur. "Ini akan dipelajari lagi, kok jadi kurang kenapa," ungkap Sumarsono.

Namun demikian, kata Sumarsono, kedua belah pihak belum membatalkan perjanjian itu. Sumarsono yakin lahan empat hektare bisa dibuat depo MRT.

Sumarsono tak mau menuding PT PJA membohongi pemerintah. "Tidak bohong juga, cuma informasinya saja yang kurang," jelas Sumarsono.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah menjelaskan, rencana awal jalur MRT fase 2 Bundaran HI-Kampung Bandan diperpanjang sampai Ancol Timur. Namun lahan pemerintah di Ancol tak mencukupi untuk depo yang membutuhkan lahan enam hektare.

"Di sana (Ancol) setelah kita cek hanya ada tanah DKI sekira empat hektare, tadinya ada tanah sebelahnya empat hektare lagi milik Ancol, tapi sudah terjual," jelas Saefullah, Kamis 16 Maret.

Kemudian, usulan untuk memperpanjang jalur hingga ke Pulau K pun muncul.Usulan itu masih dikaji oleh PT MRT.


(TRK)

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

4 hours Ago

Ibarat bermain bola, kompetisi dalam pilkada harus sehat dan tak ada yang bermain kasar.

BERITA LAINNYA