Terkendala Alat Berat, Proyek Waduk Jagakarsa Mangkrak

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 19 Oct 2016 06:41 WIB
banjir jakarta
Terkendala Alat Berat, Proyek Waduk Jagakarsa Mangkrak
salah satu waduk di Jakarta Selatan, Waduk Brigif. (MTVN/Whisnu M)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemprov DKI Jakarta akan menuntaskan proyek pembangunan waduk di Jakarta Selatan, seperti Waduk Brigif, Jagakarsa dan Rawaminyak. Namun, tanda-tanda proyek pembangunan berlangsung

Ketika Metrotvnews.com menelusuri lahan yang akan dijadikan, yakni Waduk Jagakarsa. Tidak ada aktifitas pengerukan ataupun pengerahan alat berat. Posisinya yang terpencil di belakang Pasar Lenteng Agung, tidak seperti adanya proyek pembangunan  waduk di kawasan ini. Lahan yang akan dijadikan waduk justru ditumbuhi ilalang dan rerumputan.

Salah satu warga mengatakan sudah hampir setahun tidak ada aktifitas pengerukan di kawasan itu. Warga sudah tahu bahwa kawasan tersebut akan dijadikan waduk dan taman oleh Pemprov DKI Jakarta. Kawasan waduk tersebut saat ini hanya dibatasi oleh tembok beton sebagai pembatas dengan rumah warga.

"Sudah hampir setahun enggak ada apa-apa disini. Sama warga ditanami pohon jati," kata Fahri salah satu warga Jagakarsa yang tinggal di dekat waduk kepada Metrotvnews.com, Selasa (18/10/2016).

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan beralasan, proyek pembangunan Waduk Jagajarsa terkendala lantaran keterbatasan alat berat yang dimiliki Dinas Tata Air. Selain itu, proyek pembangunan waduk pun tidak melibatkan pihak swasta. 

"Ya sebenarnya Waduk Jagakarsa, fungsinya akan sebagai waduk. Karena keterbatasan alat kita nanti akan kita keruk lagi lah," kata Teguh saat dihubungi Metrotvnews.com.

Tapi, ia memastikan jika pembebasan lahan di waduk tersebut sudah selesai dan tidak ada masalah lagi dengan warga sekitar. Ia sendiri tak menargetkan kapan proyek pembangunan Waduk Jagakarsa akan dikeruk kembali.

"Kita kan pelaksanaannya swa kelola. Kita enggak sewa alat kita hanya siapkan operator dan alat.  Kapan saja bisa kita kerjakan engga pakai target," jelas Teguh.


(LDS)