Mengharap pada KJP

Wanda Indana    •    Jumat, 25 Nov 2016 19:04 WIB
kjp
Mengharap pada KJP
Ajay di halte ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat--Metrotvnews.com/Wanda Indana

Metrotvnews.com, Jakarta: "Sekian lama aku menunggu, untuk kedatanganmu," begitu petikan lagu `menunggu` karangan Rhoma Irama yang dinyanyikan bocah 15 tahun. Dengan suara pas-pasan, Ajay memainkan ukulele usangnya.

Suara lantangnya perlahan masuk ke dalam bus di halte depan ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Ajay hanya bernyanyi di depan pintu bus yang menurunkan dan mengangkut penumpang di halte ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

Sebagian penumpang yang turun memberikan uang receh yang diletakkan di bungkus makanan ringan bekas. Begitu cara Ajay bertahan hidup.

Setiap hari, Ajay harus menjajakan suaranya agar perut tidak kosong. Dalam sehari, rata-rata Ajay mendapat uang Rp20 ribu. Cukup untuk dua kali makan dan menabung.

"Hari ini lagi apes," kata Ajay kepada Metrotvnews.com di bawah JPO Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).

Beginilah sepenggal kisah anak jalanan yang 'bertarung' di jalan. Bangku sekolah, seperti barang mewah.

Baca: Kartu Jakarta Pintar, Program Paling Disukai Warga Jakarta

Dahulu Ajay mengenyam pendidikan dasarnya di SDN Sumur Batu 06 Pagi, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi, Ajay tak melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menegah Pertama (SMP), karena harus membantu orangtuanya.

Saat sekolah, Ajay mendapatkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dari Pemprov DKI Jakarta. Selama sekolah, dana bantuan KJP digunakan untuk membeli buku, seragam, sepatu, dan keperluan sekolah.

"Dapat KJP dari kelas lima. Beli buku sama beli keperluan sekolah semuanya dari KJP," ungkap bocah berkulit sawo matang ini.


Ajay di halte ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat--Metrotvnews.com/Wanda Indana

Bisa bersekolah lagi, masih menjadi impiannya. Bocah yang bercita-cita ingin menjadi pesepakbola ini yakin suatu saat nanti bisa melanjutkan pendidikan. "Masih pengin sih, tapi ya bagaimana lagi," ucap Ajay kebingungan.

Baca: Cerita Anak Pemulung Penerima Bantuan KJP

Lain Anjay, lain juga Nita. Salah seorang siswa SD Swasta di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak mendapat bantuan program KJP. Padahal Nita berasal dari keluarga kurang mampu.

Erna, 34, orang tua Nita, mengaku penghasilan dia dan suaminya terbilang pas-pasan. Penghasilan suami Erna sebagai pemulung hanya cukup untuk membayar sewa kontrakan dan makan. Erna harus bekerja menjadi buruh cuci untuk mencari pengahasilan tambahan. "Saya berharap dapat KJP. Tapi anak saya dari sekolahnya enggak dapet KJP," kata Erna.

Erna mengaku sudah mendaftar peserta KJP. Namun pihak sekolah menolak karena Erna tak memiliki KTP dan KK Provinsi DKI Jakarta. "Kartu keluarga saya masih Indramayu. Mau ngurus ke kampung lagi enggak punya ongkos," ujar Erna.

Nasib lebih baik dialami Siti Hajar. Siti merupakan siswa penerima KJP di SMA Negeri 29 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Siti sudah menerima bantuan KJP sejak SMP. Berkat bantuan KJP, Siti bisa membeli buku paket, sepatu, seragam, dan keperluan lainnya.

Baca: Peserta KJP Diklaim Naik 30,31%

Siti berharap program KJP dapat terus dipertahankan. Tapi kalau boleh meminta, Siti ingin tanggal penarikan dana KJP lebih terjadwal. "Kadang kalau mau ambil uangnya ngga bisa, harus nunggu besok-besok lagi. Ingin tanggal tarik tunainya lebih diperjelas lagi waktunya," ujar  Siti.

Kartu Jakarta Pintar merupakan program unggulan Pemprov DKI Jakarta. Target program ini untuk menyukseskan program wajib belajar 12 tahun, meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan target Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan dasar dan menengah.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Perencanaan dan Pengendalian Pendanaan Pendidikan Personal dan Operasional (P6O), Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, jumlah peserta program Kartu Jakarta Pintar (KJP) mengalami peningkatan. Jumlah peningkatan peserta KJP sebesar 30,31 persen.

Nahdiana merinci, pendataan peserta KJP dari tahap pertama (Januari) hingga tahap kedua (Juli) periode 2016 mencapai 692.002 peserta. Sementara itu, jumlah peserta KJP pada tahun lalu sebesar 531.007 peserta. Peserta KJP diharapkan terus meningkat.

Besaran dana KJP untuk total alokasi dana perbulan untuk tingakatan SD-sederajat sebesar Rp210.000, pencairan dana per tanggal 10 sebesar Rp100.000.Tingkat SMP-sederajat sebesar Rp260.000 dan pencairan dana per tanggal 10 sebesar Rp150.000. Tingkat SMA/MA/SMALB sebesar Rp375.000 pencairan per bulan Rp200.000. Tingkat SMK sebesar 390.000 dan pencairan per bulan Rp200.000.

Peserta KJP juga mendapat bantuan dana tambahan mulai dari Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Biasanya dana tambahan diberikan menjelang perayaan hari-hari besar.


(YDH)