Djarot Ngotot Pasal Kontribusi Tambahan 15 Persen Masuk Raperda

Intan fauzi    •    Kamis, 14 Sep 2017 13:56 WIB
reklamasi teluk jakarta
Djarot Ngotot Pasal Kontribusi Tambahan 15 Persen Masuk Raperda
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat --Metrotvnews.com/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait reklamasi pantai utara Jakarta segera dilanjutkan. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersikeras pasal kontribusi tambahan 15 persen tetap masuk dalam Raperda.

Pembahasan dua raperda terkait dengan reklamasi, yakni Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), dan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTTKS Pantura).

"Kami akan kejar pembahasan dua raperda itu dan tetap bersikukuh dalam dua raperda itu. Kan kemarin hanya satu pasal yang dipersoalkan, yaitu kontribusi tambahan 15 persen. Itu harus masuk perda," tegas Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 14 September 2017.

Baca: Pembahasan Raperda Reklamasi Berlanjut

Djarot mengungkapkan, yang alot dalam pembahasan raperda yakni pada poin kontribusi tambahan 15 persen. DPRD ingin pasal tersebut dibuat Peraturan Gubernur (Pergub) saja.

"Ada apa kemudian DPRD dulu ingin itu masuk di pergub? Kalau pergub itu lemah, karena pergub kalau ada yang enggak puas bisa di-PTUN, bisa gugur. Ini semata-mata kan untuk kepentingan rakyat," jelas Djarot.

Kini Pemprov DKI sedang menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait reklamasi setelah pemerintah pusat mencabut sanksi administrasi Pulau C dan D. Kemudian Pemprov DKI mengajukan untuk melanjutkan pembahasan Raperda ke DPRD.

"Kalau sudah ada jawaban, baru kami ajukan. Tapi syaratnya itu, kalau sampai pasal itu dihilangkan, kami tidak bertanggung jawab dan saya menduga ada permainan di situ," tukas Djarot.

Menurut Djarot, tak ada alasan bagi dewan untuk menolak memasukan pasal kontribusi tambahan. Sebab, pihak pengembang sendiri sudah menyanggupi syarat tersebut.


(YDH)