Keamanan Jadi Pertimbangan Batalnya Gratis Masuk Ancol

Nur Azizah    •    Kamis, 12 Oct 2017 17:14 WIB
pembangunan jaya ancol
Keamanan Jadi Pertimbangan Batalnya Gratis Masuk Ancol
Pintu masuk kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol. Foto: Antara/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT. Pembangunan Jaya Ancol urung menggratiskan biaya masuk Taman Impian Jaya Ancol untuk seluruh warga Jakarta. Alasannya, untuk menjaga keuangan perusahaan, keamanan, dan masalah sosial.
 
Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol, C.Paul Tehusijarana, mengatakan, pihaknya masih mengkaji masalah keuangan yang mungkin akan muncul. Dia menuturkan, dirinya juga harus berkoordinasi dengan para pemegang saham.
 
"Sebagai perusahaan Tbk, kita juga harus memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas," kata Paul di Ancol Barat, Jakarta Utara, Kamis 12 Oktober 2017.

Baca: Ketua DPRD DKI Tolak Wacana Menggratiskan Biaya Masuk Ancol 

Ia menuturkan, bila tiket masuk Ancol digratiskan seluruhnya, maka akan berdampak pada keuangan perusahaan. Hal itu dikhawatirkan akan memperburuk kinerja perusahaan.
 
"Kalau membuat kinerja jadi jelek kan berarti kita harus sampaikan lewat Rapat Umum Pemegang Saham," ujar dia.
 
Masalah lain yang bakal timbul adalah masalah hukum dan keamanan. "Kita juga harus pikirkan bagaimana keamanannya agar tetap aman dan tidak berebut masuk," kata Paul.
 
PT Pembangunan Jaya Ancol dan Pemprov DKI berencana mengganti wacana penggratisan biaya masuk Ancol. Dari yang untuk masyarakat umum menjadi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Baca: Pemilik KJP Gratis Masuk Ancol

"Kita ingin Ancol bisa dijangkau oleh masyarakat Jakarta terutama masyarakat yang kurang mampu. Karena itu pendekatannya adalah KJP. Kami sedang siapkan," ujarnya.
 
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya urung menggratiskan biaya masuk Ancol karena faktor keamanan.
 
"Kalau semuanya gratis masuk Ancol dampaknya bisa terjadi lautan manusia. Kita juga tidak bisa membatasi (warga yang datang). Masa sudah sampai sini kita usir. Enggak boleh," kata Djarot.




(FZN)