Becak Listrik Hanafi Rais Bisa Dipacu 25 Km/Jam

Dhaifurrakhman Abas    •    Minggu, 11 Mar 2018 09:53 WIB
becak di ibu kota
Becak Listrik Hanafi Rais Bisa Dipacu 25 Km/Jam
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menengok becak listrik sumbangan Wakil Ketua Umum PAN Ahmad Hanafi Rais. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.

Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Hanafi Rais menyebut becak listrik yang disumbangkannya bisa dipacu dengan kecepatan 25 kilometer per jam. Becak itu pun siap mengaspal di Ibu Kota.

Putra mantan Ketua MPR Amien Rais itu memamerkan becaknya di Balai Kota DKI Jakarta. Becak itu disumbangkan untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melegalkan becak beroperasi di Jakarta.

"Sumbangan saya sebagai warga kepada Pemerintah Provinsi," kata Hanafi, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu, 11 Maret 2018. 

Hanafi mengatakan purwarupa becak listrik dibuat di bengkel di Ciputat, Jakarta. Becak itu dirakit Winawan dan Wiwin, lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) Nasional di DI Yogyakarta.

"Dengan kembali becak tradisional yang sudah ada untuk diubah menjadi becak listrik. Dengan begitu, becak-becak yang sudah ada di DKI tidak akan bertambah maupun dikurangi," ungkap dia.

Becak listrik inisiatif Hanafi ini bentuknya tak terlalu berbeda dengan becak konvensional yang biasa digenjot pengemudinya. Hanya, becak listrik ini telah dimodifikasi dengan teknologi kelistrikan.

"Sistem perakitan dilakukan secara manual. Alat-alat mekanika kelistrikan yang digunakan dengan menambahkan dinamo, baterai, dan rem pada becak yang sudah ada. Tentunya modifikasi ini untuk memberdayakan masyarakat kecil," beber dia.

Becak itu diklaim dapat mengangkut kapasitas beban maksimal hingga 250 kg. Tenaga yang dihasilkan disokong dengan baterai berdaya 1.000 watt. Dengan baterai yang terisi penuh, becak ini bisa berjalan sejauh 40 km.

"Pengisian daya hingga penuh dapat dilakukan dalam waktu tiga jam," kata Hanafi.

Baca: Pemprov DKI Terima Sumbangan Prototype Becak Listrik

Menurut dia, perakitan satu becak membutuhkan waktu lima hari. Modifikasi dari becak konvensional menjadi becak listrik ini memerlukan dana sekitar Rp18 juta hingga Rp20 juta per unit. 

Biaya itu digunakan untuk memasang dinamo dan baterai yang akan disimpan di bawah jok pengemudi. Dana itu juga dipakai untuk mengujian serta riset.

"Namun, jika regulasi telah mengizinkan penggunaan becak, dan Pemprov (Pemerintah Provinsi) memesan dengan banyak, tentunya akan kita akan berikan harga lebih murah," ungkap dia.

Hanafi berharap sumbangannya menjadi inspirasi Pemprov DKI untuk mengembangkan konsep ini kepada becak yang sudah ada. Dia yakin becak itu cocok untuk digunakan di wilayah perumahan dan tempat wisata.

"Ini tidak ada kaitannya dengan partai politik. Hanya sebagai bentuk inisiatif dan mendukung upaya Gubernur yang menghidupkan kembali becak di Jakarta," pungkas dia.


(OGI)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

20 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA