Wali Kota Bekasi Bantah Tabrak Aturan Soal Rombel Siswa Didik

Juven Martua Sitompul    •    Jumat, 11 Aug 2017 23:00 WIB
pendidikan
Wali Kota Bekasi Bantah Tabrak Aturan Soal Rombel Siswa Didik
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Foto: Wanda Indana/Metrotvnews.com.

Metrotvnews.com, Bekasi: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membantah telah menabrak aturan soal jumlah rombongan belajar (rombel) 36 siswa. Menurutnya permintaan penambahan siswa di SMAN 10 Bekasi menjadi 40 orang sesuai kebutuhan pendidikan warga.

"Apanya yang ditabrak, enggak ada yang ditabrak tinggal tanggung jawab aja," kata Rahmat kepada Metrotvnews.com, Bekasi, Jumat 11 Agustus 2017.

Rahmat menjelaskan, jauh sebelum terjadinya penelantaran 72 siswa di SMAN 10 Bekasi, pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan penambahan siswa ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

"Sudah buat surat ke Menteri Pendidikan bahkan surat itu dijadikan dasar surat edaran sekmendiknas," ujarnya.

Baca: SMAN 10 Bekasi Jamin Kualitas Sekolah Terbuka

Rahmat menegaskan kembali, tidak aturan yang dilanggar oleh Pemkot Bekasi. Bahkan setelah permen tentang aturan rombel keluar, Rahmat telah menyampaikan tentang kebutuhan peserta didik di Kota Bekasi.

"Apanya yang ditabrak. Itu ulasan resmi Pemkot," pungkas Rahmat.

Sebelumnya, Rahmat mengusulkan penambahan jumlah peserta rombongan belajar (rombel) dari 36 menjadi 40 siswa. Penambahan dilakukan dengan alasan mengakomodasi siswa-siswi yang berdomisili di sekitar Kelurahan Pejuang.

Usulan Rahmat ditolak oleh Pemprov Jabar. Akibatnya, 72 siswa-siswi yang masuk melalui jalur zonasi susulan itu pun tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar seperti siswa SMAN 10 lainnya.

Untuk menyudahi polemik ini, Pemprov Jabar pun akhirnya memberikan dua opsi. Pertama, para siswa dipersilakan pindah ke sekolah swasta dan kedua pembukaan SMA Terbuka, di mana induk dari SMA Terbuka tetap SMAN 10 Bekasi.

57 dari 72 siswa SMAN 10 Bekasi yang terlantar menyatakan siap dipindahkan ke SMA Terbuka. Sedangkan 15 siswa lainnya kemungkinan memilih pindah ke sekolah swasta.


(DEN)