Tim Sinkronisasi Belum Berkoordinasi dengan Djarot

LB Ciputri Hutabarat    •    Jumat, 19 May 2017 12:03 WIB
anies-sandi
Tim Sinkronisasi Belum Berkoordinasi dengan Djarot
Djarot Saiful Hidayat. Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku tak pernah disurati Tim Sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk berkoordinasi soal rencana kerja pemerintah. Memang ada surat yang ia terima, tapi bukan dari tim sinkronisasi.

"Yang menyurati saya bukan tim sinkronisasi. Yang menyurati saya itu Pak Anies-Sandi untuk bersilaturahmi," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Mei 2017.

Namun silaturahmi belum bisa dilakukan karena kesibukan Djarot. Ia menyatakan masih akan mencari waktu tertentu untuk bertemu pasangan pemenang Pilkada DKI itu. "Kami akan jadwalkan," ujar Djarot.

Sebelummya, Sekretarus Daerah DKI Saefullah mengaku sudah menerima surat dari Anies-Sandi. Surat tersebut pun sudah diberikan ke Djarot. "Keputusannya bergantung Pak Plt," ujar Saefullah, kemarin.

Kemudian, Djarot mengatakan belum memiliki waktu untuk bertemu Anies-Sandi. Ia masih sibuk mengurusi pekerjaan yang diamanatkan kepadanya.

"Kita masih fokus mengerjakan program-program sampai Oktober nanti. Kalau perlu kita bekerja 24 jam dan semuanya siap," ujar Djarot.


Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said. Foto: Antara/M Agung Rajasa

Baca: Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Minta Programnya Masuk RKPD 2018

Anies-Sandi membentuk Tim Sinkronisasi untuk menyelaraskan program yang dijanjikan saat kampanye untuk dimasukan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2018. RKPD tersebut masih menjadi wewenang dan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Djarot.

Tim yang diketuai Sudirman Said ini akan membantu menjembatani janji Anies-Sandi dengan RKPD yang sedang disusun Djarot.

"Bagaimana caranya janji kampanye masuk dalam RKPD tahun 2018. Syukur-syukur bisa sebagian masuk (APBD Perubahan) 2017," kata Sudirman di Rumah Aspirasi, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2017.




(UWA)