Nenek Juju Kaget Rumahnya Kena Imbas Penertiban Bangunan Liar

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 14 Sep 2017 14:05 WIB
bangunan liar
Nenek Juju Kaget Rumahnya Kena Imbas Penertiban Bangunan Liar
Petugas memberikan pertolongan medis pada Nenek Juju. Foto: MTVN/Whisnu

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses penertiban bangunan liar di Rusunami Bidara Cina sempat mengalami insiden kecil. Ekskavator merobohkan bagian belakang rumah warga yang tak terdampak penertiban.
 
Sejatinya, ekskavator hanya menertibkan 60 bangunan liar di sekitar rusun yang terletak di RW 16. Mesin ekskavator justru menyasar salah satu rumah warga yang terletak di RW 12 yang kebetulan berbatasan dengan hunian liar yang akan dibongkar.
 
Suara gemuruh mesin ekskavator menghancurkan bangunan, membuat Juju kaget. Nenek berusia 70 tahun itu kaget ternyata suara gemuruh berasal dari bagian belakang rumahnya yang hancur terkena ekskavator.

Baca: Warga Rusun Bidara Cina Minta Pemerintah Bangun RPTRA 

Petugas medis lantas menghampiri rumah nenek Juju dan memberikan pertolongan. Sementara sang cucu, Khaerul meminta petugas Dinas Perumahan bertanggung jawab merenovasi rumah neneknya.
 
"Tadi sudah saya bilang hati-hati bagian ini engga kena gusuran. Saya mau minta ganti rugi," kata Khaerul kepada Metrotvnews.com di lokasi, Kamis 14 September 2017.
 
Terjadi perdebatan kecil antara Khaerul dan petugas Dinas Perumahan. Ketua RW 16 dan Ketua RW 12 lantas menengahi dan menjamin kerusakan rumahnya akan diganti secepatnya.
 
"Nanti yang ngurus Pak RW proses ganti rugi," ujar Khaerul.

Baca: Penertiban Bangunan Liar di Rusunami Bidara Cina Tanpa Perlawanan 

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan sedikitnya 331 bangunan liar di sekitar rumah susun sederhana milik (rusunami) Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina.

Dinas Perumahan akan bertahap menggusur. Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan pada 14 September, Bendungan Hilir II pada 20 September, Tanah Tinggi pada 11 Oktober, Karet Tengsin I pada 18 Oktober. Kemudian, Rusunami Tambora III pada 8 November, serta Petamburan 22 November.
 
Tercatat ada 47 bangunan liar di sekitar Rusunami Bendungan Hilir II, 60 di Rusunami Bidaracina, 38 di Rusunami Tanah Tinggi, 43 di Rusunami Karet Tengsin I, 58 Rusunami Tambora III, dan 85 di Rusunami Petamburan.




(FZN)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

3 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA