Pemberlakuan Ganjil Genap di Gerbang Tol Bermula dari Komplain Warga

Siti Yona Hukmana    •    Senin, 12 Mar 2018 10:55 WIB
tol cikampeksistem ganjil genap
Pemberlakuan Ganjil Genap di Gerbang Tol Bermula dari Komplain Warga
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menhub Budi Karya Sumadi di Mega Mall Bekasi - Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku mendapat banyak komplain dari masyarakat akibat kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek yang mencapai berjam-jam. Salah satunya masyarakat yang akan mengarah ke Bandung. 

"Masyarakat komplain, dari Jakarta sampai ke Bandung jarak tempuhnya 5-6 kilometer  sampai 10 jam," kata Tito di Mall Mega Bekasi, Senin, 12 Maret 2018. 

Kemacetan, kata dia, karena adanya pembangunan LRT, MRT, dan elevated tol. Ada pula rencana pembangunan jalan rel kereta cepat Jakarta-Bandung.

Lantaran itu, pihaknya bergegas mencari solusi untuk menangani kemacetan. Hal ini juga dibicarakan dengan pemangku kepentingan lain. 

"Paling tidak untuk bisa mengurangi agar masyarakat merasa tertolong akan hal itu," tutur dia. 

(Baca juga: Pekerja dari Bekasi Diminta Beralih ke Bus Premium)

Untuk mengatasi itu, Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Royke Lumowa menyebut, ada tiga Operasi Green Line dan Pemberlakuan Paket Kebijakan yang menjadi konsep solusi mengurangi kemacetan. Pertama, pengaturan angkutan barang (Gol. 3, 4 dan 5);. Kedua, pengaturan mobil pribadi (sistem ganjil – genap). Ketiga, prioritas lajur khusus angkutan umum (bus besar/sedang). 

"Kita namakan Green Line, sehingga jalurnya harus hijau karena kecepatan harus mendekati 60 km/jam," papar Royke. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik penerapan ganjil genap di Gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur. Dia berharap pemberlakuan ini dapat mendorong masyarakat berpindah ke angkutan massal, seperti bus dan kereta api.

"Jadi, pada saat nanti LRT beroperasi masyarakat bisa menggunakan LRT dan MRT itu," ujar Budi Karya.

(Baca juga: Jadwal TransJabodetabek Premium via Tol Jakarta-Cikampek)





(REN)