Kasus Ujaran Kebencian Ade Armando Masih Diselidiki

Deny Irwanto    •    Kamis, 12 Apr 2018 12:23 WIB
ujaran kebencian
Kasus Ujaran Kebencian Ade Armando Masih Diselidiki
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - ANT/Reno Esnir

Jakarta: Polisi mendalami laporan ujaran kebencian yang menyeret dosen Universitas Indonesia, Ade Armando. Pelapor kasus ini akan dimintai keterangannya dalam waktu dekat ini.

"Setelah diterima kita akan melakukan klarifikasi, artinya kita akan meminta keterangan dari pelapor. Karena masih dalam penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

Pelapor Ade Amando merupakan seorang pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat. Polisi akan memanggil Denny untuk mengonfirmasi tentang bukti yang sudah dibawa saat melapor.

Polisi, lanjut dia, juga akan menanyakan saksi-saksi dalam kasus ini. Kemudian, keterangan dari para saksi itu akan diambil untuk kebutuhan penyelidikan.

"Setelah itu baru nanti kita akan melihat apakah itu memerlukan saksi ahli," ucap Argo.

Baca: Ade Armando Dilaporkan ke Polisi

Menurut dia, keterangan dari saksi ahli juga penting dalam kasus ini. Keterangan saksi ahli, kata dia, bisa menentukan apakah ada pelanggaran pidana atau tidak.

"Setelah itu baru nanti kita gelar, kita gelarkan, kita akan memaparkan di sana, nanti dari tim penyidik dan ada wasidik menilai, apakah yang dilaporkan itu memenuhi syarat tindak pidana atau bukan," jelas Argo.

Ia memastikan polisi akan menaikkan kasus ini ke penyidikan jika hasil gelar perkara ditemukan adanya tindak pidana. Sebaliknya, kasus ini akan dihentikan jika tak memenuhi syarat.

"Kita tunggu saja, penyidik masih bekerja," pungkas Argo.

Ade Armando dilaporkan karena menyebut azan tidak suci pada media sosial miliknya. Laporan itu tertera dengan nomor TBL/1995/IV/2018/Dit. Reskrimsus. 

Melalui laporan itu, Denny berharap tak ada 'Ade Armando' lain di masa mendatang.


(AZF)