BPK Diminta Audit Kunker DPRD DKI

Nur Azizah    •    Jumat, 07 Dec 2018 12:47 WIB
dprd dkiapbd dki 2018
BPK Diminta Audit Kunker DPRD DKI
Ilustrasi rapat anggota DPRD DKI Jakarta - MI/Yanurisa Ananta.

Jakarta: Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan audit investigasi kunjungan kerja (Kunker) DPRD DKI Jakarta. Kunker anggota dewan dinilai hanya menghabiskan anggaran.

"Saya minta ini diaudit investigasi agar itu terungkap penggunaan benar atau tidak," kata Ketua Katar Sugiyanto saat dihubungi Medcom.id, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2018.

Sugiyanto ingin tahu hasil kunker selama setahun ini. Siapa saja yang pergi, ke mana saja, hingga jumlah anggarannya.

"Kalau dilakukan audit kan nanti kelihatan jelas. Kunker tiap Minggu masa enggak dan penyimpangan. Saya ingin BPK membuktikan itu," tandas dia. 

Sekretariat DPRD DKI Jakarta menganggarkan sekitar Rp90 miliar untuk kunker anggota DPRD selama satu tahun. Anggaran itu untuk kunker per komisi hingga kunker ke sister city. 

Dalam situs apbd.jakarta.go.id Kunjungan Kerja Komisi-Komisi DPRD Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp88,9 miliar. Ada pula anggaran 'Kunjungan kerja Sister City dan kunjungan balasan DPRD Provinsi DKI Jakarta' senilai Rp1,23 miliar. Begitu ditotal, anggarannya Rp90,13 miliar. 

(Baca juga: Biaya Kunker DPRD DKI Dipangkas Rp40 Miliar)

Dikonfirmasi perihal itu, Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta M. Yuliadi menjelaskan kunjungan kerja anggota dewan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2017 Pasal 20. Untuk tahun ini, kunker DPRD ke luar negeri baru satu kali dari jatah yang ada. 

"Jatah satu orang itu tiga kali terbang (ke luar negeri) tapi baru satu kali. Itu sekitar pertengahan tahun," kata Yuliadi.

Dia menyebut, anggota DPRD tak bisa ujug-ujug ke luar negeri. Mereka harus mendapatkan undangan dari negara tujuan. 

"Kalau enggak ada undangan ya tidak boleh jalan dari Kementerian Dalam Negeri. Makanya kenapa tahun ini baru sekali jalan karena memang belum ada undangan," tambah dia.

Hingga saat ini, negara yang sudah dikunjungi anggota dewan ialah Turki, Spanyol, Italia, dan Belanda. "Setiap perjalanan hanya boleh lima orang (yang berkaitan dengan tema undangan) dengan pendamping maksimal dua orang," pungkas dia.






(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA