Mengenal ITF, Teknologi Pengolahan Sampah yang Cepat dan Ramah Lingkungan

Faisal Abdalla    •    Kamis, 17 Aug 2017 14:15 WIB
tpst bantar gebang
Mengenal ITF, Teknologi Pengolahan Sampah yang Cepat dan Ramah Lingkungan
Ilustrasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang--Antara--Risky Andrianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya mempercepat pengolahan sampah yang di hasilkan warga Ibu Kota. Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan adalah Intermediate Treatment Facility (ITF).

ITF adalah tempat pengolahan sampah dalam kota yang dinilai cepat dan ramah lingkungan. Sistem pengolahan sampah pada ITF menggunakan mesin pembakaran sampah bersuhu tinggi (insinerator).

"Tidak boleh kurang dari 1000 derajat celcius," terang Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Energi Terbarukan TPST Bantargebang, Rizky Febrian kepada Metrotvnews.com di kantornya, Rabu 16 Agustus 2017.

Baca: Pemprov DKI Jakarta Klaim Kondisi TPST Bantargebang Lebih Baik

Dengan metode ini, proses pembakaran sampah juga akan menghasilkan energi listrik. Sementara itu, asap hasil pembakaran tidak akan mencemarkan lingkungan. Karena pada cerobong-cerobongnya dilengkapi teknologi untuk mereduksi polutan.

Dengan teknologi ITF ini, diharapkan sampah-sampah warga Jakarta akan habis di dalam kota. Sehingga bisa mengurangi secara signifikan jumlah sampah yang masuk ke TPST Bantargebang.

"Diperkirakan jika dengan teknologi ITF, sampah-sampah yang masuk ke TPST Bantargebang hanya residunya saja. Kira-hanya tersisa 10-20 persen saja, sisanya sudah habis dibakar di Jakarta," terang Rizky.

Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta tengah menggarap pembangunan ITF di TPS Sunter. Nantinya, akan ada empat ITF lain yang akan menyusul dibangun di dalam Jakarta guna mengurangi jumlah sampah yang keluar wilayah DKI Jakarta.

"Groundbreakingnya direncanakan Oktober mendatang. Proyek ini sudah mendapat dukungan dari Presiden dan Kementerian terkait. TPS Sunter yang pertama karena itu tanahnya milik Pemprov jadi akan lebih mudah," ujar Rizky.


(YDH)