82 Rumah di Jakarta Utara Layak Dibedah

Yanurisa Ananta    •    Selasa, 18 Apr 2017 07:43 WIB
bedah rumah
82 Rumah di Jakarta Utara Layak Dibedah
Rumah warga di Cilincing yang telah selesai mendapatkan bantuan bedah rumah. Foto: MTVN/Intan Fauzi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera membedah 82 rumah di Jakarta Utara. Rumah-rumah tersebut dibedah menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Identifikasi data jumlah rumah yang layak bedah merupakan hasil koordinasi walikota Jakarta Utara, camat dan lurah setempat.

"Kita dapatkan data kurang lebih 82 rumah sementara ini yang masuk kategori akan dilakukan bedah rumah," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Arifin, Senin 17 April 2017.

Rumah-rumah yang layak bedah, menurut Arifin, adalah rumah yang peruntukannya sesuai dengan aturan. Rumah tersebut harus berdiri tidak di atas jalur hijau dengan kepemilikan tanah yang jelas.

Baca: Kondisi Rumah Warga Sebelum & Sesudah Dibedah

Surat-surat harus lengkap, kondisi rumah harus benar-benar layak untuk diperbaiki. Serta mengukur kemampuan ekonomi pemilik rumah. Rumah-rumah tersebut berdasarkan usulan camat dan lurah.

Pemilihan sistem pendanaan CSR disebabkan memang program bedah rumah tidak dianggarkan dalam APBD 2017. Program ini bisa saja dimasukan ke dalam APBD-Perubahan (APBDP) 2017 atau APBD 2018. Namun, harus tetap dipastikan keterlibatan perusahaan swasta, sehingga tugas Pemprov DKI lebih ringan.

"Kemungkinan bisa dimasukan ke dalam salah satunya, selama keterlibatan swasta dengan dana CSR masih ada. Tergantung urgensinya juga seperti apa," imbuh Arifin.

Baca: Syarat Mendapatkan Bedah Rumah tak Sulit

Belum diketahui berapa jumlah perusahaan swasta yang mengajukan diri untuk membedah rumah warga Jakarta Utara. Data tersebut dipegang oleh Biro Tata Pemerintahan dan Walkot Jakut. Termasuk jumlah dana CSR yang dihimpun.

Dalam program ini, DPRKP bertugas menyiapkan anggaran yang sifatnya pengadaan material melalui e-katalog. Arifin mengatakan, DPRKP akan menyediakan material, misalnya atap, pasir, semen, rangka, baja ringan, atau batako. Semua material dibeli dengan alokasi anggaran milik DPRKP.

"Kemudian nanti dikerjakan tenaga kita, pasukan merah. Kita punya keahlian keterampilan untuk merehab rumah. Tenaganya dari keterampilan Pekerja Harian Lepas (PHL)," tutur Arifin.

Arifin menambahkan, PHL bisa dilatih dengan keterampilan di bidang rehabilitasi rumah untuk jadi tukang bangunan. Sekarang DPRKP tidak memiliki PHL, hanya tenaga cleaning service dan Pamdal di dalam rusun. Belum ada rencana untuk merekrut pegawai baru.


(YDH)