300 Obat Belum Terdeteksi Laboratorium

Arga sumantri    •    Jumat, 15 Sep 2017 15:38 WIB
obat berbahaya
300 Obat Belum Terdeteksi Laboratorium
Ilustrasi obat. MTVN/Rizal

Metrotvnews.com, Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut saat ini baru 35 jenis obat yang diketahui zat kandungannya. Sementara, ratusan obat lain belum bisa terdeteksi laboratorium.
 
"Obat-obat yang enggak jelas itu masih ada 300 lebih, engga bisa dideteksi laboratorium," kata Pengurus PB IDI Bidang Kajian Obat, Masfar Salam kepada Metrotvnews.com, Jumat 15 September 2017.

Baca: Obat PCC Awalnya Legal 
 
Masfar mengatakan, 35 jenis obat yang sudah terdeteksi itu sudah biasa digunakan dokter. Namun, tak bisa dikonsumsi sembarangan dan penggunaannya harus tetap dengan resep dokter.
 
"Bukan terlarang. Misalnya Dumolid, itu obat harus pakai resep dokter," kata Masfur.
 
Masfar mengatakan, munculnya ratusan obat yang belum terdeteksi itu buntut dari ulah oknum yang mengotak-atik rumus kimia dalam obat. Bahayanya, efek yang bisa ditimbulkan obat itu bisa mematikan.
 
"Avetamin misalnya, diubah sedikit dengan molekul baru, efeknya bisa lebih gawat," ujarnya.

Baca Pil PCC Sudah Lama Beredar di Jakarta 

Masfur meyakini, ratusan obat yang belum terdeteksi itu beredar liar alias tanpa seizin dokter. Makanya, Masfur menduga 52 remaja yang koleps di Kendari, Sulawesi Tenggara, bukan karena obat jenis PCC. Ia menduga ada zat lain dalam obat yang membuat para remaja itu semaput.
 
 "PCC efeknya tidak seperti itu," pungkasnya.
 
Sebanyak 52 remaja hilang ingatan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ditemukan obat bertuliskan Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) dari para remaja itu.




(FZN)

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

46 minutes Ago

Partai Golkar tengah diterjang badai saat Ketua Umum Setya Novanto ditahan karena tersandung ka…

BERITA LAINNYA