Perawatan Kuda di Jakarta Dinilai Belum Layak

   •    Kamis, 23 Nov 2017 17:36 WIB
satwadki jakarta
Perawatan Kuda di Jakarta Dinilai Belum Layak
Angkutan tradisional delman membawa penumpang di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. (Foto: MI/Arya Manggala)

Jakarta: Dokter Hewan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Marian Ferdinandez menyebut kondisi perawatan kuda yang digunakan untuk menarik andong di DKI Jakarta belum layak. Ketiadaan tempat dan keterbatasan dana serta pengetahuan membuat pemilik kuda melakukan perawatan seadanya.

"Yayasan Kami sudah perhatian dengan kuda andong Jakarta sejak 2008. Kami melihat kondisi kuda-kuda ini tidak bisa Kita menuding bahwa ini kesalahan perawatan dari pemilik. Pemilik kuda juga butuh bantuan karena keterbatasan dana dan sebagainya," kata Mariana, dalam Newsline, Kamis 23 November 2017.

Mariana mengatakan pihaknya sjeak 2010 sudah membuat program untuk kesejahteraan kuda andong Jakarta dengan membuat standar operasional prosedur (SOP) perawatan kuda. Hal ini untuk membantu pemilik kuda memastikan kesejahteraan, kandang yang layak, nutrisi yang cukup, juga lingkungan yang bersih.

Hal yang menjadi perhatian serius JAAN juga adalah soal jam kerja yang kadang dirasa terlalu berat untuk dijalani oleh seekor kuda saat menarik delman di ibu kota. Padahal istirahat merupakan faktor serius yang harus diperhatikan untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan hewan tersebut.

"Perlu diingat kuda ini hewan bukan mesin dan mereka butuh istirahat. Jadi sebenarnya standar untuk han ini dipekerjakan setiap dua jam sekali selama 15 menit kuda istirahat di tempat teduh dan diberi minum," katanya.

Mendengar rencana Pemprov DKI hendak mengoperasikan lagi delman sebagai daya tarik wisata ibu kota disebut tidak tepat. Pemerintah dinilai perlu meninjau ulang rencana tersebut demi kesehatan dan kesejahteraan kuda serta kenyamanan pengunjung dan kawasan wisata.

"Kalau melihat kondisinya seperti ini Kami berharap pemerintah meninjau keputusan itu. Karena bisa dibilang di Jakarta sendiri sudah tidak layak sebenarnya," jelas Mariana.




(MEL)