Djarot Ingin Lelang Kayu Bekas Stadion GBK

Nur Azizah    •    Selasa, 18 Oct 2016 22:18 WIB
renovasi gbk
Djarot Ingin Lelang Kayu Bekas Stadion GBK
Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 9 Oktober 2015. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau proyek renovasi Stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk menyambut Asean Games 2018. Ia ingin, agar stadion yang berdiri sejak 1962 itu terlihat lebih baik. 

Ia bersama Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Djafar Muchlisin, dan Kepala Dinas Kebudayaan DKI Catur Laswanto, berkeliling sekitar stadion utama GBK. Tiba-tiba mata Djarot tertuju pada tumpukan kayu ukuran besar.

Tumpukan kayu itu merupakan bekas tempat duduk di area stadion yang sudah tak terpakai. Mantan Wali Kota Blitar itu mengetuk kaya tersebut, untuk mengecek kondisi kayu tersebut. 

"Ini kalau dilelang pasti laku banyak ini. Kayunya juga masih bagus-bagus," kata Djarot sembari mengamati tumpukan kayu yang ada dihadapannya, Selasa (18/10/2016).

Djarot pun berencana memanggil ahli dari Perhutani untuk mengecek kualitas kayu tetsebut. 

"Biar nanti dia yang cek, kualitas jatinya seperti apa. Lumayan loh ini," ungkapnya.

Beberapa saat kemudian, mata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Organisasi dan Kaderisasi mengarah pada tumpukan rumput hijau yang sudah berantakan. Rumput-rumput itu bekas rumput stadion utama GBK.

"Itu rumput lumayan pak Wali. Jangan dibuang. Coba nanti diambil ya untuk RPTRA, kan bisa," ujar Djarot kepada Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede di Stadion Utama GBK.

Ia berharap, GBK bisa lebih baik dari sebelumnya. Selain ingin menjadikan sarana olahraga bertaraf internasional, Calon wakil gubernur DKI Jakarta ini juga ingin menjadikan GBK sebagai cagar budaya.

"Lihat saja, sudah 54 tahun tapi GBK masih kokoh. Ini cagar budaya yang harus dijaga. Kami akan merenovasi tanpa menghilangkan bentuk aslinya," pungkas Djarot.

Renovasi Stadion Utama GBK ditargetkan akan selesai pada Oktober 2017. Berdasarkan rencana, Renovasi hingga akhir tahun 2016 mencapai 20 persen.


(LDS)