Ekonomi Jadi Faktor Utama Penjualan Rusun Petamburan

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 15 Sep 2017 22:00 WIB
penertibanbangunan liarrusun
Ekonomi Jadi Faktor Utama Penjualan Rusun Petamburan
Suasana pemukiman di Rumah Susun (Rusun) dikawasan Petamburan, Jakarta, Minggu (6/11). FOTO ANTARA/Reno Esnir/pd/11.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penghuni bangunan liar di kawasan Rusun Petamburan, Jakarta Pusat, merupakan generasi awal penghuni Rusun. Mereka rela menjual rusunnya dan mendirikan bangunan semi permanen lantaran ,asalah ekonomi.

Pengelola Rusun Petamburan, Munadi mengatakan, dari total 600 unit rusun dari enam blok, tersisa hanya 20 persen saja penghuni asli Rusun Petamburan. Sisanya, sudah berpindah tangan ke pihak lain.

"Awalnya Rusun Petamburan diperuntukan bagi warga Tanah Abang korban penggusuran karena wilayahnya sering dilanda banjir. Namun, warga korban penggusuran harus menunggu sampai lima tahun untuk dapat menempati rusun," kata Munadi di Rusun Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat 15 September 2017.

Baca: Pengelola Rusun Petamburan Dilema Atasi Penghuni Liar

Saat itu, warga mendapatkan ganti rugi tanah sebesar Rp700 ribu per meter. Jumlah tersebut pun harus dipotong untuk uang muka unit rusun yang akan mereka tempati.

"Sambil nunggu kan mereka ngontrak. Lama-lama uang ganti rugi habis. Jadi mereka pilih menjualnya dan buat bangunan di sekitar rusun," jelas Munadi.

Hal itu pun diakui Royani, nenek 67 tahun yang kini menghuni bangunan semi permanen di sekitar rusun. Royani mengaku menjual rusunnya lantaran masalah ekonomi.

"Dari pada nunggu lama enggak bisa ditempati saya jual, dulu saya jual Rp15 juta. Uangnya buat ngontrak," jelas Royani.

Baca: Pengelola Rusun Petamburan Segera Sosialisasikan Wajib Garasi ke Penghuni

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan sedikitnya 331 bangunan liar di sekitar rumah susun sederhana milik (rusunami) Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina.

Dinas Perumahan akan bertahap menggusur. Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan pada 14 September, Bendungan Hilir II pada 20 September, Tanah Tinggi pada 11 Oktober, Karet Tengsin I pada 18 Oktober. Kemudian, Rusunami Tambora III pada 8 November, serta Petamburan 22 November.

Tercatat ada 47 bangunan liar di sekitar Rusunami Bendungan Hilir II, 60 di Rusunami Bidaracina, 38 di Rusunami Tanah Tinggi, 43 di Rusunami Karet Tengsin I, 58 Rusunami Tambora III, dan 85 di Rusunami Petamburan.


(DEN)

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

39 minutes Ago

Partai Golkar tengah diterjang badai saat Ketua Umum Setya Novanto ditahan karena tersandung ka…

BERITA LAINNYA