Cerita Pasukan Oranye Diskors Gara-gara Berfoto dengan Spanduk AHY

Wanda Indana    •    Selasa, 29 Nov 2016 16:12 WIB
pilgub dki 2017
Cerita Pasukan Oranye Diskors Gara-gara Berfoto dengan Spanduk AHY
Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) berswafoto dengan spanduk calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Repro

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 38 Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) diskors karena berswafoto dengan spanduk calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono. Akibatnya, mereka tidak akan menerima gaji sampai akhir masa kontrak.
 
DA, 24, salah seorang PHL yang diskors, bercerita pada Minggu 20 November, dia dan rekan-rekannya tengah apel sore usai membersihkan Kali Sunter. "Sebelum pulang, kita apel dulu. Setiap apel kita ambil foto untuk laporan ke pusat," kata DA kepada Metrotvnews.com di pinggir kali Sunter, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).
 
Usai apel, tiba-tiba koordinator lapangan (Korlap) Pekerja Harian Lepas (PHL) Kuswanto, meminta 38 anak buahnya untuk difoto sambil memegang spanduk. Spanduk tersebut tertulis 'Relawan Pasukan Oren-Biru, Jakarta Bersih dan Aman, Agus -Sylvi Pilihan Kita'.
 
Tak hanya itu, Kuswanto juga memerintahkan anak buahnya mengangkat tangan membentuk salam satu jari. Saat itu, Kuswanto berpose menjabat tangan Ilyas yang mengaku dari relawan Oren-Biru yang berafiliasi dengan pasangan Cagub DKI Agus-Sylvi.
 
"Kita dikasih spanduk suruh pegang, kita juga disuruh angkat tangan," ujar pemuda berkulit sawo matang itu.
 
Sehari kemudian, AD mendapat pesan pemberitahuan daftar nama-nama PPSU yang terancam terkena skors dari Dinas Kebersihan. Dia heran mengapa ada namanya di dalam daftar `pasukan oranye` yang terkena sanksi skors.
 
AD menerima informasi kalau 38 PHL yang berfoto dengan spanduk bergambar paslon DKI nomor urut satu, Agus Harimurti - Sylviana Murni, menyalahi aturan. Sebab, Dinas Kebersihan sudah berulang kali mengingatkan agar mereka tidak terlibat politik praktis dalam kontestasi Pilgub DKI 2017.
 
"Jujur saya kaget, saya enggak tahu apa-apa. Waktu itu saya masih enggak tahu apa salah saya dan kawan-kawan," ujar DA.
 
Pada Rabu 22 November, DA dan rekan-rekannya diminta menghadap ke Kepala Satlak Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Wilayah I, Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Mahmudin. Meeka dikumpulka di Kantor Dinas Kebersihan, Cililitan, Jakarta Timur. Di sana, 39 PHL menerima sanksi berupa skors selama massa kontrak berakhir.
 
"Kami diskors selama satu bulan lebih. Jadi pas dipanggil kita sudah enggak kerja lagi," tutur DA.
 
Tak hanya itu, 25 orang PHL di Kecamatan Johan Baru, Jakarta Pusat, juga bernasib sama. Puluhan PHL dinilai melakukan kampanye.
 
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adjie mengatakan, PHL yang terlibat politik praktis sebanyak 63 orang. 38 orang dari Kecamatan Kemayoran dan 25 orang di Kecamatan Johar Baru.
 
Isnawa mengatakan, Ilyas pernah bekerja di Dinas Kebersihan. Ilyas sempat bertugas sebagai pengawas PHL untuk Kali Cideng, Jakarta Pusat. Karena ketahuan memotong gaji PHL, kontrak Ilyas diputus. Ilyas diketahui mendukung pasangan calon nomor urut satu.
 
"Mereka didatangi sama mantan orang Dinas Kebersihan juga, yang sudah kami pecat karena motongin gaji PHL," kata Isnawa di lapangan Monas, Kamis 24 November.
 


(FZN)

Elza Syarief Tuding Yulianis Diistimewakan KPK

Elza Syarief Tuding Yulianis Diistimewakan KPK

7 hours Ago

Kuasa hukum Nazaruddin, Elza Syarief menggelar konferensi pers menanggapi pernyataan Yulianis. …

BERITA LAINNYA