Ganjil Genap akan Diperluas ke Tangerang

Media Indonesia    •    Rabu, 14 Mar 2018 08:12 WIB
sistem ganjil genap
Ganjil Genap akan Diperluas ke Tangerang
Sistem Ganjil Genap di Pintu Tol Bekasi Barat-Timur Mulai Berlaku -- Foto: Antara/ Widodo S. Jusuf

Jakarta: Kementerian Perhubungan menyatakan dampak penerapan kebijakan ganjil genap di gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur sangat positif. Selain mampu memecah kemacetan, kebijakan itu meningkatkan kecepatan dari 20 km menjadi 70 km per jam. 

Karena itu, kebijakan serupa segera diterapkan di Tol Jakarta-Tangerang. Hal tersebut ialah upaya meningkatkan kenyamanan lalu lintas dan mengarahkan masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan massal.

"Yang bisa hanya di Tangerang, kebijakan serupa di Tol Bekasi Barat dan Timur karena menghubungkan dengan wilayah Jakarta Barat," ungkap Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi V, di Gedung DPR, Selasa, 13 Maret 2018.

Ia memprediksi kebijakan ganjil genap di Tangerang mampu mengurai kemacetan lalu lintas di sana. Kondisi Tol Jakarta-Tangerang mirip dengan Jakarta-Bekasi. Wilayah lain, kata dia, yakni jalur Jakarta Bogor dan Jakarta Depok, tidak bisa menerapkan kebijakan serupa sebab memiliki akses jalan dan masalah berbeda.

"Kita nanti analisis. Tangerang yang paling mungkin diberlakukan seperti di Bekasi kalau Depok dan Bogor tidak bisa," ucapnya.

Ia menampik kebijakan tersebut membuat kemacetan baru di jalan alternatif Jakarta Bekasi. Sebabnya, bus yang sudah disiapkan untuk menyukseskan kebijakan ini sudah mulai dipenuhi masyarakat.

Baca: Pengendara Pilih Lewat Tol Bekasi Sebelum Jam Ganjil Genap

Lain halnya yang dirasakan PT Trans Jakarta yang menyiapkan bus di sana. Kepala Humas PT Trans Jakarta, Wibowo, menjelaskan dari total 20 unit bus premium yang disiapkan, baru 6 unit beroperasi di hari perdananya, Senin, 12 Maret 2018. Pihaknya mencatat baru ada 78 orang yang menaiki bus tersebut.

"Kami masih lihat perkembangan (untuk beroperasi seluruhnya). Saat ini masih perlu disosialisasikan," kata Wibowo. 



PT Trans Jakarta menyediakan bus premium untuk alternatif bagi pengendara mobil pribadi ketika sistem ganjil genap diterapkan. Tarifnya Rp20 ribu. Sementara itu, tarif bus reguler hanya Rp3.500.

Belum ditilang

Penindakan terhadap pelanggar sistem ganjil genap di Gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur akan diberlakukan setelah uji coba selesai pada 23 Maret 2018.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, kemarin. Pihaknya juga akan mengevaluasi kebijakan ganjil genap itu secara periodik setiap pekan.

"Evaluasi baru ada setiap satu pekan. Nanti dirumuskan langkah yang diambil dilihat dari dampak dan efektivitasnya," jelas Bambang

Ia mengklaim penerapan ganjil genap di pintu Tol Bekasi di hari pertama cukup sukses. Misalnya, penerapan ganjil genap telah membuat arus lalu lintas di dalam tol hijau atau lancar. Bahkan, kondisi itu membuat jalur tol lain seperti ke Depok ikut lancar.

Sementara itu, lanjut dia, wilayah nontol seperti jalan raya Kalimalang yang diperkirakan terkena dampak kemacetan parah akibat kebijakan ganjil genap, justru tercatat lancar.

"Jadi, selama satu hari ini, kebijakan ini masih positif. Kita akan melihat lagi seminggu ke depan. Kita sudah buat posko untuk memantau," ucapnya.

Jadi, soal perluasan penerapan ganjil genap, kalangan DPR meminta masukan masyarakat sekaligus melakukan pengamatan langsung ke lapangan. Untuk saat ini, program tersebut dipersilakan dijalankan terlebih dahulu sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat pemerintah.

"Jalani saja dulu kebijakan ini, nanti kami akan evaluasi," tegas Ketua Komisi V, Ferry Djemi Francis, kemarin.


(YDH)