Guru Harusnya Melek Teknologi untuk Permudah Sistem Ajar

Husen Miftahudin    •    Selasa, 05 Dec 2017 12:26 WIB
pendidikan
Guru Harusnya Melek Teknologi untuk Permudah Sistem Ajar
Ilustrasi pendidikan, Medcom - Rakhmat Riyandi

Jakarta: Pengabdian guru tak lekang waktu, jasanya kekal sepanjang masa. Lantaran itu sistem pendidikan dan pengajaran guru harus mampu menelurkan generasi-generasi yang unggul agar mampu memajukan bangsa.

Sistem pendidikan dan cara pengajaran guru di Indonesia masih banyak yang linear. Anak didik sulit mengembangkan ilmu dan pengetahuan. Kata Dekan Fakultas Pendidikan Sampoerna University Nisa Felicia, sistem pengajaran di Indonesia masih berpusat pada guru atau teacher center.

Menurut Nisa, sistem pendidikan di Indonesia harus diubah total. Mulai dari perekrutan calon guru hingga sistem didik dan cara ajar.

"Kita harus berbenah. Calon guru harus the right people," tegas Nisa saat berbincang di Sampoerna University, Menara L'Aveneu, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 24 November 2017.

Nisa memisalkan, seorang guru matematika harus lebih pintar daripada matematikawan. Sebab kepintaran sang matematikawan hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Sedangkan guru matematika harus menguasai konten secara utuh karena dia mengajarkan konten-konten itu kepada anak didiknya.

Mengikuti perkembangan zaman, guru juga dituntut untuk menggunakan teknologi dalam cara ajar sistem pendidikan mereka. Penggunaan teknologi harus dikolaborasikan dengan konten pengajaran. Teknologi juga bisa digunakan guru untuk mengintegrasikan kurikulum internasional ke dalam cara ajarnya.

"Kalau teknologi itu dipakai tapi tetap mahasiswa duduk, diam, dan tidak aktif ya tidak usah memakai teknologi. Mendingan pakai papan tulis saja," ketusnya.

Cara ajar juga harus interaktif antara guru dan anak didik. Karena dengan demikian, anak didik bisa memahami konten yang diajarkan sang guru.

"Pendidikan generasi abad 21 saat ini gurunya jangan lagi feodal, teacher center. Jadi saat guru mendapat konten, guru itu bisa mengolah konten tersebut menjadi pelajaran yang menginspirasi bagi anak didiknya," tutup Nisa.


(RRN)